Kuningan Pemerintahan Pertanian

Setelah Ditarik Kementerian, Penyuluh Pertanian di Kuningan Wajib Dirasakan Petani Keberadaannya

Tiga Senjata Utama Penyuluh Pertanian Era Baru

Di tengah kompleksitas tantangan pertanian masa depan—mulai dari perubahan iklim, dinamika pasar global, hingga ancaman gagal panen—penyuluh yang kini berada di bawah payung kementerian tidak bisa lagi sekadar menjadi pendamping teknis pasif.

Diskatan Kuningan mewajibkan para penyuluh bertransformasi menjadi agen penggerak.Untuk mencapai hal tersebut, Wahyu merumuskan tiga kekuatan utama yang wajib dikuasai penyuluh di lapangan. Pertama, mereka harus memiliki penguasaan pengetahuan yang mumpuni agar selalu adaptif terhadap teknologi dan dinamika pertanian modern.

Kedua, penyuluh dituntut memiliki kemampuan membangun kepercayaan yang kuat agar dapat menghadirkan solusi yang benar-benar berbasis pada kebutuhan nyata petani. Ketiga, integritas mutlak diperlukan agar mereka dapat menjadi teladan yang bisa diandalkan.

“Kuningan punya modal kuat. Surplus meningkat, panen lebih cepat, produksi terjaga. Sekarang kuncinya satu: penyuluh harus benar-benar hadir dan bekerja untuk petani. Mampu mengedukasi, memengaruhi, dan memastikan petani siap menghadapi perubahan,” jelas Wahyu.

Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan

Transformasi kinerja penyuluh kini menjadi agenda prioritas tak terpisahkan bagi Kabupaten Kuningan. Wahyu memastikan bahwa pembuktian kinerja penyuluh di lapangan adalah fondasi utama keberhasilan pertanian ke depan. Ia memungkas bahwa ini bukan sekadar capaian daerah, melainkan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia. (Nars)

Laman: 1 2

× Advertisement
× Advertisement