KUNINGAN — Pesona alam Curug Bebedahan di Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, terus menyedot perhatian wisatawan sejak ramai dipublikasikan di media sosial. Meski menyimpan potensi ekonomi dan pariwisata yang tinggi, pengembangan destinasi ini terpaksa melambat lantaran anggaran desa harus dialihkan untuk program prioritas lain.
Pemerintah Desa Gewok saat ini memfokuskan alokasi dana untuk program Ketahanan Pangan (KDMP), khususnya unit usaha peternakan ayam yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Alhasil, penataan infrastruktur wisata—seperti perbaikan Jalan Usaha Tani (JUT), pembangunan fasilitas camping ground, hingga tempat istirahat pengunjung—harus mengalami penjadwalan ulang.
- Sisi Lain Viral Wisata Curug Bebedahan Kuningan: Berpotensi Besar, Namun Minim Anggaran
- Puncak Kemarau Tiba: Ini 8 Langkah Cerdas “Menabung Air” Saat Hujan Tak Lagi Turun
- Drama Adu Penalti di Final Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya Rengkuh Trofi Juara Usai Taklukkan Persib Bandung dengan Skor 6-5
- Pelatih Igor Tolic Masukkan Kiper Fitrah Maulana Gantikan Teja Paku Alam Jelang Adu Penalti Laga Final Piala Presiden 2026
- 90 Menit Tanpa Pemenang, Duel Sengit Persib vs Persebaya Berlanjut ke Babak Perpanjangan Waktu
Ketua Karang Taruna Desa Gewok, Dede Darmadi Kurnia, membeberkan bahwa konsep pembenahan lokasi sebenarnya sudah tersusun. Namun, keterbatasan kas desa menjadi kendala utama dalam merealisasikannya dalam waktu dekat.
“Perancangan tata kelola dan aksesibilitas sudah siap. Namun karena keterbatasan anggaran, eksekusinya tidak bisa terburu-buru. Kami sangat terbuka apabila ada pihak investor yang bersedia bermitra untuk mengoperasikan potensi ini,” ujar Dede saat memberikan keterangan, Kamis (6/8/2026).
Jernihnya Air Pegunungan dan Jejak Sejarah Dinamit
Curug Bebedahan memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi visual maupun histori. Daya tarik utamanya terletak pada aliran Sungai Cipedak yang bersumber dari kawasan pegunungan Hantara, sehingga menghasilkan air jernih yang menyegarkan. Volume airnya sangat bergantung pada iklim, di mana debit akan menyusut sewaktu musim kemarau panjang.
Di balik namanya yang unik, kata “Bebedahan” menyimpan rekam jejak sejarah lokal. Dahulu, aliran sungai tidak melintasi titik lokasi yang sekarang, melainkan berbelok ke arah utara. Pada era 1980-an, jalur sungai dibedah dan diluruskan menggunakan bahan peledak dinamit melalui kolaborasi masyarakat bersama prajurit TNI.
“Nama Bebedahan lahir dari proses pembedahan alur sungai baru tersebut. Sejak ledakan dinamit saat itu, air mengalir lurus ke lokasi wisata yang kini diminati warga,” tutur Dede.
Tata Kelola Gratis dan Peluang Ekonomi UMKM
Saban akhir pekan dan masa liburan sekolah, kawasan ini kerap dipadati pengunjung. Kendati demikian, sistem pengelolaannya sejauh ini masih sangat sederhana. Pihak pengelola lokal baru mampu menyediakan area parkir kendaraan, sementara tiket masuk area sungai masih digratiskan karena belum tersedianya fasilitas pendukung secara menyeluruh.
Selain wisata air, Desa Gewok memendam potensi ekonomi kreatif melalui ragam produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digerakkan warga serta kelompok PKK. Produk kuliner tradisional seperti kerupuk aci dan rengginang siap didorong menjadi oleh-oleh khas bagi para wisatawan yang berkunjung.
Sinergi antara wisata alam, histori lokasi, produk UMKM lokal, serta peluang masuknya investasi swasta diharapkan dapat menaikkan kelas Curug Bebedahan menjadi destinasi unggulan baru di Kabupaten Kuningan. (Nars)












