Drama Adu Penalti di Final Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya Rengkuh Trofi Juara Usai Taklukkan Persib Bandung dengan Skor 6-5

oleh -64 Dilihat
oleh
banner 468x60

GIANYAR — Panggung Final Piala Presiden 2026 menyuguhkan klimaks yang menguras jantung. Persebaya Surabaya sukses menasbihkan diri sebagai kampiun setelah menundukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti dengan skor 6-5 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026).

Kemenangan dramatis ini memastikan skuad Bajul Ijo membawa pulang trofi bergengsi beserta hadiah utama senilai Rp 8 miliar.Laga sejatinya berjalan sangat ketat dan terkunci dengan skor imbang 1-1 selama 120 menit.

banner 336x280

Namun, narasi utama dari partai puncak ini adalah ketegangan luar biasa yang meledak di penghujung babak perpanjangan waktu (extra time).Petaka lebih dulu menghantam kubu Maung Bandung ketika intervensi Video Assistant Referee (VAR) memergoki pelanggaran keras yang dilakukan oleh Mariano Peralta terhadap penggawa Persebaya, Francisco Rivera. Wasit tanpa ampun langsung mencabut kartu merah.

Bermain dengan sepuluh orang, skuad asuhan pelatih Igor Tolic terpaksa bertahan mati-matian dari gempuran Persebaya di sisa waktu perpanjangan.

Sadar laga akan ditentukan lewat babak tos-tosan, Igor Tolic mengambil keputusan berani nan krusial. Tepat sebelum peluit panjang penutup babak 2×15 menit dibunyikan, sang juru taktik menarik keluar kiper utama Teja Paku Alam—yang tampil heroik sepanjang laga—dan memasukkan Fitrah Maulana.

Skenario pergantian ini menjadi strategi pamungkas yang disiapkan khusus untuk menghadapi eksekutor penalti lawan.Di sisi lain, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, sebenarnya juga telah memutar otak dan melakukan rotasi penjaga gawang lebih awal.

Usai turun minum babak pertama, pelatih asal Portugal tersebut sudah memasukkan Reza Arya untuk menggantikan Ernando Ari.Perjudian Tolic di kubu Persib sayangnya tidak berbuah manis, sementara pergantian kiper ala Tavares justru menjadi kunci kemenangan.

Dalam drama adu penalti yang melibatkan tujuh eksekutor dari masing-masing tim, ketegangan mencapai puncaknya. Petaka bagi Maung Bandung datang ketika penendang mereka, Uilliam Barros, gagal mengeksekusi bola. Ketegangan sempat seimbang saat satu-satunya eksekutor Persebaya yang gagal, Yuran Fernandes, tak mampu menembus gawang Fitrah Maulana.

Namun, kepahlawanan sejati malam itu berpihak pada Reza Arya. Kiper pengganti Persebaya ini sukses membaca arah bola dan menepis tendangan eksekutor ketujuh Persib, Hamra Hehanusa. Penyelamatan krusial tersebut langsung mengunci skor adu penalti menjadi 6-5, memicu gemuruh suporter Bonek di stadion sekaligus memastikan gelar juara melayang ke Surabaya.

Sebelum drama mendebarkan di babak tambahan dan penalti terjadi, laga 90 menit waktu normal sejatinya adalah panggung adu jenius taktik tingkat tinggi.Pertandingan berlangsung keras dan diwarnai hujan kartu kuning sejak menit awal.

Persebaya sempat memimpin lebih dulu melalui penyelesaian akhir yang tenang dari Ramadhan Sananta pada menit ke-19. Namun, euforia tersebut hanya berumur empat menit setelah Patricio Matricardi mencetak gol balasan lewat tembakan keras dari dalam kotak penalti di menit ke-24.

Memasuki babak kedua, dominasi lini tengah saling berganti, memaksa barisan penyerang kedua tim buntu hingga akhir laga. Namun pada akhirnya, mentalitas dan ketenangan di titik putihlah yang menobatkan Persebaya Surabaya sebagai raja di Piala Presiden 2026. (Nars)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.