BALI — Peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal 90 menit baru saja dibunyikan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Namun, pertarungan sesungguhnya belum usai. Laga puncak Final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya terpaksa harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir babak kedua.
Pertarungan memperebutkan trofi bergengsi dan hadiah utama senilai Rp 8 miliar ini berlangsung dengan intensitas yang menguras fisik serta emosi, di mana tak satupun tim berhasil mencetak gol tambahan di paruh kedua.
Memasuki pengujung babak kedua, ketegangan di atas lapangan mencapai puncaknya. Barisan pertahanan Persebaya tampil begitu disiplin, menutup rapat setiap celah pergerakan duo penyerang Persib, Mariano Peralta dan Balsa Sekulic.
- Siswa SD Desa Puncak Mulai Kenal AI, Mahasiswa IPB University Gelar Edukasi Digital hingga Keuangan
- Sisi Lain Viral Wisata Curug Bebedahan Kuningan: Berpotensi Besar, Namun Minim Anggaran
- Puncak Kemarau Tiba: Ini 8 Langkah Cerdas “Menabung Air” Saat Hujan Tak Lagi Turun
- Drama Adu Penalti di Final Piala Presiden 2026, Persebaya Surabaya Rengkuh Trofi Juara Usai Taklukkan Persib Bandung dengan Skor 6-5
- Pelatih Igor Tolic Masukkan Kiper Fitrah Maulana Gantikan Teja Paku Alam Jelang Adu Penalti Laga Final Piala Presiden 2026
Peluang emas untuk menyegel kemenangan nyaris tercipta di menit ke-90. Sebuah umpan matang dari Peralta berhasil menemukan Balsa Sekulic di area pertahanan Bajul Ijo. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol kemenangan bagi Maung Bandung.
Sebelumnya, pada menit ke-85, gawang Persib juga sempat terancam setelah Adam Alis diganjar kartu kuning akibat pelanggaran saat melakukan pengawalan ketat di lini belakang. Beruntung bagi kubu Bandung, eksekusi tendangan bebas Hristo hanya meluncur tipis di samping gawang Teja Paku Alam.
Tambahan waktu lima menit di akhir babak kedua pun akhirnya gagal dimanfaatkan kedua tim untuk merubah keadaan. Hasil imbang ini tidak lepas dari adu taktik tingkat tinggi kedua pelatih usai turun minum. Di awal babak kedua, Persebaya melakukan penyegaran krusial dengan memasukkan kiper Reza Arya untuk menggantikan Ernando Ari.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, juga merotasi permainannya dengan memasukkan tiga gelandang sekaligus untuk memperkuat dominasi lini tengah.Strategi ini terbukti jitu karena Bajul Ijo sempat mendikte jalannya pertandingan dan membuat sejumlah pemain Persib tampak melambat.
Dampaknya, barisan depan Persib terpaksa harus turun jauh ke belakang hanya untuk menjemput bola. Di tengah dominasi tersebut, striker Persebaya, Ramadhan Sananta, harus menerima kartu kuning pada menit ke-63. Merespons tekanan lawan, pelatih Persib, Igor Tolic, mencoba memecah kebuntuan dengan memasukkan pemain andalannya, Mariano Peralta, pada menit ke-73 sebelum laga dihentikan sejenak untuk cooling break pada menit ke-77.
Skor 1-1 yang bertahan kuat hingga akhir babak kedua ini merupakan hasil dari jual beli serangan eksplosif di 45 menit pertama. Laga baru berjalan 20 menit ketika Persebaya sukses membuka keunggulan lebih dulu lewat penyelesaian akhir yang tenang dari Ramadhan Sananta.
Keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena empat menit berselang, Persib merespons secepat kilat. Tendangan keras Matricardi dari dalam kotak penalti pada menit ke-24 sukses menyamakan kedudukan dan membuat seisi stadion bergemuruh.Pertandingan pun berjalan sangat keras sejak awal laga.
Wasit dipaksa bekerja ekstra dan mengeluarkan tiga kartu kuning untuk Notsuda pada menit ke-33, Gabriel Muntopo di menit ke-44, serta pemain Persebaya, Fernandez, di masa tambahan waktu babak pertama.
Paruh pertama itu sendiri ditutup dengan aksi heroik Teja Paku Alam yang menepis ancaman berbahaya Persebaya pada menit 45+7.Kini, dengan kondisi fisik yang mulai terkuras setelah bermain ngotot selama waktu normal, para pemain Persib dan Persebaya harus kembali memeras keringat di babak tambahan waktu 2×15 menit demi menentukan siapa yang pantas membawa pulang trofi juara. (Nars)












