Pelatih Igor Tolic Masukkan Kiper Fitrah Maulana Gantikan Teja Paku Alam Jelang Adu Penalti Laga Final Piala Presiden 2026

oleh -18 Dilihat
oleh
banner 468x60

BALI — Detik-detik menegangkan mewarnai penghujung babak perpanjangan waktu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali. Sadar laga Final Piala Presiden 2026 akan ditentukan lewat drama adu penalti, pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengambil keputusan berani nan krusial. Tepat sebelum peluit panjang penutup babak tambahan 2×15 menit dibunyikan, ia menarik keluar kiper utama Teja Paku Alam dan memasukkan Fitrah Maulana.

Skenario pergantian di bawah mistar gawang ini menjadi strategi pamungkas yang disiapkan khusus untuk menghadapi babak tos-tosan demi memperebutkan trofi bergengsi dan hadiah utama senilai Rp 8 miliar.

banner 336x280

Pergantian penjaga gawang ini menjadi puncak dari ketegangan luar biasa yang menyelimuti duel epik antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Setelah terkunci dengan skor imbang 1-1 di waktu normal, tempo permainan di babak perpanjangan waktu menurun drastis. Kedua pelatih tampak sangat berhati-hati dalam meracik strategi agar terhindar dari pelanggaran fatal di tengah koleksi kartu kuning yang sudah menumpuk.

Igor Tolic sejatinya sempat mencoba menyegarkan lini serang dengan menarik Balsa Sekulic dan memasukkan Ramon Tanque untuk berduet bersama Mariano Peralta. Namun, petaka justru menghantam kubu Maung Bandung. Intervensi Video Assistant Referee (VAR) memergoki pelanggaran keras yang dilakukan Mariano Peralta terhadap penggawa Persebaya, Francisco Rivera.

Wasit tanpa ampun mencabut kartu merah langsung, memaksa Persib bertahan mati-matian dengan sepuluh pemain di tengah gelombang protes yang memanaskan tensi lapangan. Hingga peluit akhir babak tambahan berbunyi, skor imbang tetap tak tergoyahkan, memaksa Tolic meluncurkan kartu as terakhirnya dengan memasukkan Fitrah Maulana.

Sebelum skenario adu penalti dan drama kartu merah ini terjadi, laga di waktu normal sejatinya adalah panggung adu jenius taktik tingkat tinggi antara Tolic dan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.

Usai turun minum, Tavares lebih dulu merotasi penjaga gawangnya dengan memasukkan Reza Arya menggantikan Ernando Ari. Pelatih asal Portugal itu juga merombak permainannya dengan memasukkan tiga gelandang sekaligus untuk mendominasi lini tengah.

Strategi Bajul Ijo terbukti jitu menekan barisan depan Persib untuk turun jauh menjemput bola. Di tengah tekanan itu, Tolic merespons dengan memasukkan Peralta pada menit ke-73 sebelum jeda cooling break guna memecah kebuntuan. Ketegangan memuncak di pengujung laga.

Pada menit ke-85, tendangan bebas pemain Persebaya, Hristo, nyaris merobek gawang Teja Paku Alam usai pelanggaran kartu kuning Adam Alis. Persib pun membuang peluang emas di menit ke-90 saat umpan matang Peralta gagal dikonversi menjadi gol kemenangan oleh Balsa Sekulic berkat kedisiplinan bek lawan.

Sengitnya pertarungan ini telah terbangun sejak peluit kick-off dibunyikan, menciptakan warisan skor imbang 1-1 yang meledak-ledak di babak pertama. Persebaya sukses membungkam pendukung lawan lewat penyelesaian akhir yang tenang dari striker Ramadhan Sananta pada menit ke-20.

Namun, euforia tersebut hanya berumur empat menit. Sebuah tembakan keras Matricardi dari dalam kotak penalti pada menit ke-24 sukses mengoyak jala Persebaya, membuat seisi stadion bergemuruh hebat.Laga yang berjalan dengan intensitas tinggi dan keras ini memaksa wasit bekerja ekstra.

Hujan kartu kuning mewarnai jalannya pertandingan, diberikan kepada Notsuda, Gabriel Muntopo, dan Adam Alis di kubu Persib, serta Fernandez dan Sananta di kubu Persebaya. Teja Paku Alam sendiri sejatinya tampil heroik dengan menepis ancaman sangat berbahaya di masa injury time babak pertama menit 45+7. (Nars)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.