KUNINGAN – Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kuningan, Sri Laelasari, melontarkan pujian atas inovasi BUMDes Cipta Karya Mandiri Desa Ancaran yang sukses menggelar panen perdana melon premium.
Ia menilai BUMDes Ancaran telah berhasil membuktikan kemandirian ekonomi desa dengan menyulap lahan tidur yang selama ini dianggap kumuh dan ‘seram’ oleh warga menjadi greenhouse yang produktif.
- Respon Edaran Gubernur Soal Moratorium Perumahan, Kuningan Berlakukan Diskresi
- Sambut Nataru, PUTR Kuningan Pastikan Jalur Mudik dan Wisata Mulus, Titik Macet Cisantana Dibenahi
- Kunjungi Desa Tambakbaya, Rokhmat Ardiyan Tersentuh Perjuangan Relawan ODGJ
- Viral! Luapkan Bahagia Terima SK, Ribuan PPPK di Kuningan Asyik Goyang ‘Tabola Bale’
- Dapat Aduan Dugaan Oknum Dewan ‘Nyambi’ Bisnis Dapur MBG dengan Menu Buruk, Anggota Komisi 4 Geram
Sri Laelasari, yang turut hadir dalam peresmian “Cibelut Melon Farm” di Desa Ancaran, Rabu (12/11/2025), mengapresiasi langkah nyata BUMDes tersebut.
Menurutnya, ini adalah contoh konkret transformasi lahan yang tidak produktif menjadi aset ekonomi bernilai tinggi.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi BUMDes Ancaran. Ini luar biasa. Lahan yang dulu dikenal kumuh, bahkan warga juga takut ke sini, sekarang bisa produktif menghasilkan melon premium,” ujar Sri Laelasari di sela-sela acara panen.
Sebagai kader Partai Gerindra, Sri Laelasari juga menyambut antusias potensi hasil panen ini untuk mendukung program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.”Tentu kami sangat mendukung jika hasil panen melon premium dari BUMDes ini bisa disinergikan. Ini adalah bentuk ketahanan pangan lokal yang nyata,” katanya.

Ia berharap BUMDes Ancaran dapat menjalin kerja sama untuk memasok kebutuhan buah-buahan di dapur-dapur yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kuningan.”Ini adalah harapan kita bersama, ketahanan pangan lokal bisa masuk untuk program strategis nasional. Inisiatif BUMDes Ancaran ini harus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Kuningan tersebut, Kepala Desa Ancaran menjelaskan bahwa program ini didanai 20% dari Dana Desa senilai Rp 353 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun dua unit greenhouse yang kini fokus menanam varietas melon premium seperti Sweet Net 8, Sweet Net 9, Lavender, dan Puji Sawah.
Ketua BUMDes setempat juga memastikan, dengan sistem dua greenhouse, “Cibelut Melon Farm” akan panen secara berkelanjutan setiap satu setengah bulan sekali. (Nars)










