KUNINGAN — Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mensosialisasikan mekanisme baru dalam penetapan struktur kepengurusan di tingkat daerah. Berbeda dengan sebelumnya, penentuan nakhoda partai di tingkat kabupaten kini wajib melalui serangkaian tahapan penjaringan yang ketat, termasuk Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
Perwakilan DPP PKB, Kaisar Abu Hanifah, menjelaskan bahwa proses dimulai dengan pemetaan kader potensial oleh tim penjaringan DPP di setiap DPC.
- Survei Poltracking Tempatkan Elektabilitas PKB di Posisi Keempat Nasional, DPC Kuningan Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
Hasil pemetaan tersebut kemudian dibawa ke arena Musyawarah Cabang (Muscab) untuk disahkan sebagai bakal calon.
“Setelah nama-nama calon disahkan di arena Muscab, tahap berikutnya adalah UKK. Nanti ada dua tingkatan, yakni UKK tahap pertama di level DPW (Provinsi) dan tahap kedua dilaksanakan langsung oleh DPP PKB,” ujar Kaisar di sela-sela agenda Muscab PKB Kuningan di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan, Ahad (5/4/2026).
Khusus untuk Kabupaten Kuningan, Kaisar mengonfirmasi terdapat tiga nama kader terbaik yang telah mengantongi tiket untuk mengikuti tahapan seleksi selanjutnya.
“Untuk Kuningan ada tiga nama. Pertama adalah Drs. H. Ujang Kosasih, M.Si., kedua Drs. H. Muhammad Gozali, M.Si., dan ketiga Muhammad Apif Firmansyah. Ketiga nama ini selanjutnya akan mengikuti tahapan UKK pertama di DPW PKB Jawa Barat,” ungkapnya.
Kaisar menambahkan, hasil dari UKK tersebut nantinya akan melalui proses skoring oleh DPP sebelum akhirnya diputuskan satu nama terpilih untuk menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kuningan. Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar tiga minggu, menyesuaikan jadwal di masing-masing wilayah.
Lebih lanjut, DPP PKB menargetkan seluruh proses restrukturisasi di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia dapat rampung pada Juli 2026 mendatang. Hal ini dilakukan guna mengejar agenda strategis partai di tingkat akar rumput.
“Sasaran kami, pada bulan Juli seluruh DPC PKB se-Indonesia sudah tuntas dilantik. Setelah itu, kami akan langsung melangkah ke tahap restrukturisasi Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan pada Agustus hingga Oktober, dan diakhiri dengan penataan ranting di tingkat desa pada November hingga Desember 2026,” ungkap Kaisar.
Langkah masif ini diambil PKB untuk memastikan mesin partai tetap solid dan terstruktur dengan baik hingga level terbawah guna menyongsong agenda-agenda politik di masa depan. (Nars)

























