
KUNINGAN – Calon Bupati Kuningan, Yanuar Prihatin, menyoroti lambatnya progres pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kuningan, khususnya pada sektor jalan raya. Menurut Yanuar, keterbatasan anggaran daerah menjadi penyebab utama belum optimalnya pembangunan ini.
“Bukan karena tidak ingin menata, tetapi kemampuan anggaran lokal sangat terbatas,” jelasnya.
- BPBD Kuningan Imbau Warga Waspadai Fenomena Hujan Es Akibat Awan Cumulonimbus
- Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Dua Kecamatan di Kuningan, BPBD Lakukan Asesmen Dampak
- 8 Wartawan Balon Ketua Mengemuka Jelang Akhir Masa Jabatan PWI Kuningan, Siapa Saja?
- DPC PPP Kabupaten Kuningan Sikapi Hasil Rakornas dengan Arif, Pastikan Soliditas Kader di Akar Rumput Tetap Terjaga
- Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Gantina Dorong Warga Cirebon Maksimalkan Beasiswa UIN Siber Syekh Nurjati
Yanuar menegaskan bahwa dana yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kuningan tidak memadai untuk mendanai semua kebutuhan infrastruktur, sehingga sebagian besar proyek bergantung pada bantuan dana dari pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat.
Sebagai anggota DPR RI sebelumnya, Yanuar mengaku telah berperan aktif dalam memfasilitasi turunnya anggaran dari pusat untuk perbaikan jalan di Kuningan.
Ia mencatat bahwa anggaran yang berhasil diperoleh telah mencapai ratusan miliar rupiah. Menurutnya, dukungan dari anggaran pusat dan provinsi sangat krusial bagi Kabupaten Kuningan yang memiliki keterbatasan dana daerah.
Dalam pandangan Yanuar, pembangunan infrastruktur juga berkaitan erat dengan pengembangan sektor pariwisata Kuningan.
Ia menilai, hingga saat ini, sebagian besar masyarakat belum merasakan dampak yang cukup signifikan dari potensi Kuningan sebagai daerah wisata.
“Jika Kuningan dapat ditingkatkan statusnya menjadi kota wisata nasional, maka pembangunan infrastruktur akan terfasilitasi dengan lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan pengakuan sebagai kota wisata nasional, Kuningan akan lebih berpeluang mendapatkan alokasi anggaran tambahan yang dapat mempercepat pembangunan.
Lebih lanjut, Yanuar berharap ke depan pemerintah daerah dan masyarakat dapat lebih fokus pada pengembangan potensi wisata di Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, sektor pariwisata yang maju tidak hanya akan mendorong peningkatan ekonomi, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai sektor lain, termasuk infrastruktur, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. (Nars)
