

KUNINGAN – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kuningan resmi berganti tampuk kepemimpinan setelah Sukarno Ali berpindah tugas mengemban amanah baru di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Dalam agenda pisah sambut yang berlangsung pada Kamis, 20 Agustus 2026, pria yang kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Penindakan dan Pemulihan Direktorat Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas tersebut menyampaikan berbagai capaian penting yang berhasil diraih selama memimpin Lapas Kuningan.
- 10 Bulan Menoreh Prestasi di Lapas Kuningan, Sukarno Ali Resmi Emban Tugas Baru di Ditjenpas
- Proyek Tugu Bola Dunia Kuningan Rp200 Juta, DEEP Kuningan: Pemborosan!
- Dugaan Ancaman Aktivis Kuningan Berulang, Kasus ITE Resmi Ditangani Polisi
- KKN Expo 2026 UNIKU Pamerkan Puluhan Inovasi Unggulan Desa
- Tradisi Sadranan Makam Imbakerti Cikaso dan Jejak Bupati Masa Awal Islam
Sukarno Ali mengungkapkan rasa syukur atas dedikasi dan kerja sama solid seluruh jajaran pegawai sehingga berbagai terobosan pelayanan serta keamanan dapat terlaksana maksimal.
Salah satu inovasi unggulan yang dihadirkan adalah sistem mitigasi proteksi kebakaran bertajuk Jawara Api yang terintegrasi langsung dengan instansi pemadam kebakaran, disusul peningkatan mutu layanan kesehatan, optimalisasi Dapur Sehat Selaras, hingga penataan menyeluruh pada gerbang serta area publik lapas.
Di bawah komandonya, institusi pemasyarakatan di kaki Gunung Ciremai tersebut menorehkan sederet apresiasi bergengsi dari berbagai lembaga pengawas dan kementerian. Capaian tersebut meliputi rapor kinerja pelayanan bebas maladministrasi berkategori baik dari Ombudsman Republik Indonesia, raihan nilai sempurna seratus pada evaluasi Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran dari KPPN Kuningan, hingga keberhasilan melewati tahapan penilaian Tim Penilai Internal menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi.
Keberhasilan berbagai program pembinaan dan operasional dinilai tidak lepas dari kolaborasi luas bersama jajaran Forkopimda serta puluhan mitra strategis daerah.
Kerja sama lintas sektoral terjalin aktif mulai dari pencegahan peredaran narkoba bersama BNN, pendampingan hukum warga binaan dengan Pengadilan Agama, pemenuhan hak medis lewat dinas kesehatan dan puskesmas rujukan, hingga pemberdayaan kemandirian bersama kalangan akademisi dan koperasi pertanian.
Menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada pejabat baru, Sukarno Ali berpesan agar semangat kebersamaan dan ritme inovasi yang sudah terbangun tetap dipelihara serta ditingkatkan demi kemajuan pelayanan publik.
Ia turut menyampaikan permohonan maaf dan pamit undur diri kepada segenap unsur pemerintahan daerah serta masyarakat, sembari memohon restu untuk mengemban tugas pengamanan pemasyarakatan pada level nasional. (Nars)



