KUNINGAN – Peta persaingan destinasi wisata di Kabupaten Kuningan mengalami pergeseran menarik pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Berdasarkan data hasil monitoring Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan, muncul nama-nama baru yang kini merajai tingkat kunjungan, menggeser destinasi legendaris yang sebelumnya selalu menjadi juara.
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
Kepala Disporapar Kabupaten Kuningan, Asep Budi Setiawan, merilis data resmi hasil pemantauan yang dilakukan timnya sejak 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Dalam daftar 7 besar tersebut, Waduk Darma, yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai ikon dan primadona pariwisata Kuningan, kini harus puas bertengger di urutan ke-4.
Posisi puncak kini dikuasai oleh Arunika Eatery, destinasi wisata kuliner bernuansa alam yang mencatatkan rekor fantastis dengan 32.527 pengunjung. Menyusul di posisi kedua adalah Woodland dengan 20.900 pengunjung, dan di posisi ketiga ditempati oleh pemandian air panas Sangkanhurip Alami dengan 18.985 pengunjung.
Berikut adalah rincian lengkap 7 Daya Tarik Wisata (DTW) terpopuler di Kuningan selama periode libur Nataru: Arunika Eatery: 32.527 pengunjung, Woodland: 20.900 pengunjung, Sangkanhurip Alami: 18.985 pengunjung, Waduk Darma: 17.061 pengunjung, Jagara Eco Park: 10.318 pengunjung.
Kemudian, Talaga Biru Cicerem: 10.252 pengunjung, dan Botanika: 8.950 pengunjung.
”Data ini kami dapatkan dari hasil monitoring di setiap DTW selama masa libur panjang Nataru kemarin. Ini membantu kami mendeteksi tingkat kunjungan secara akurat,” jelas Asep Budi Setiawan.
Pergeseran tren ini menunjukkan bahwa wisatawan kini mencari pengalaman baru. Meski Waduk Darma tergeser dari tiga besar, angka kunjungan di atas 17 ribu orang membuktikan bahwa pesona danau legendaris tersebut masih memiliki tempat di hati wisatawan, meskipun harus bersaing ketat dengan destinasi kekinian.
Selama periode libur tersebut, Disporapar menerjunkan 6 tim monitoring yang dipimpin langsung oleh para kepala bidang untuk memastikan penerapan Sapta Pesona (Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan).
“Melihat banyaknya objek wisata baru yang bagus dan angka kunjungan yang tinggi ini, kami optimis target kunjungan wisatawan yang kami harapkan dapat tercapai, yang tentunya akan berdampak positif pada PAD Kuningan,” papar mantan Kepala DPMPTSP Kabupaten Kuningan ini. (Nars)























