KUNINGAN – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kuningan memicu ancaman bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya kurang lebih 17 titik bencana yang tersebar akibat hujan deras dan angin kencang.
- Raih Banyak Prestasi, Paguron Padjadjaran Cimande Semakin Moncer di Cirebon Raya
- Keributan di Taman Kota Kuningan Berujung Dugaan Pengeroyokan, Korban Luka Dibawa ke RSU 45
- Hari Ini, PLN ULP Kuningan Lakukan Pemadaman Bergilir, 21 Wilayah Terdampak
- Anniversary Mobil GTD PKB Jabar: 8 Kendaraan Siaga PKB Kuningan Dikerahkan, Target 2029 Tiap DPAC Punya Unit Sendiri
- Ketua DPRD Kuningan Dukung Evaluasi Total MBG: 5 Pejabat BGN Ditangkap, Anggota Dewan Dilarang Ambil Untung
Merespons kondisi darurat ini, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran BPBD, Damkar, hingga aparat kecamatan dan desa untuk siaga penuh. Bahkan, rencana pemindahan kantor BPBD pun terpaksa ditunda agar seluruh personel fokus membantu masyarakat.
“Saya dapat laporan kemarin ada kurang lebih hampir 17 titik. Karena personel terbatas, saya fokuskan dulu rekan-rekan untuk membantu masyarakat. Soal pindah (kantor) nantilah, kalau sudah agak tenang,” jelas Dian saat dikonfirmasi usai Rapat Paripurna DPRD Kuningan, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga akhir bulan. Bupati mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman pohon tumbang, banjir, dan longsor.
“Saya menghimbau warga tetap waspada, kurangi aktivitas terutama di bawah pepohonan, karena ancaman banjir, longsor, dan angin puting beliung masih mengintai,” pesannya.(Nars)














