

KUNINGAN – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kuningan memicu ancaman bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya kurang lebih 17 titik bencana yang tersebar akibat hujan deras dan angin kencang.
- Hapus Stigma Sosial, Lapas Kuningan Sulap Warga Binaan dan Mantan Napi Jadi Insan Siap Kerja Lewat ‘Wangun Mandiri Farm’
- Krisis Air Bersih Masih Melanda, Karangkancana Kembali Diguyur Bantuan 5.000 Liter dari BPBD Kuningan
- HMI FE Uniku Jadikan Maulid Nabi 1448 H Momentum Penguatan Karakter Mahasiswa
- Mengintip Rincian Biaya Produksi Petani Kuningan Saat Kemarau: Ongkos Air dan Perawatan Melonjak Tajam
- Soal Polemik Sanksi RS Permata, Frontal Desak Inspektorat Turun Tangan
Merespons kondisi darurat ini, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran BPBD, Damkar, hingga aparat kecamatan dan desa untuk siaga penuh. Bahkan, rencana pemindahan kantor BPBD pun terpaksa ditunda agar seluruh personel fokus membantu masyarakat.
“Saya dapat laporan kemarin ada kurang lebih hampir 17 titik. Karena personel terbatas, saya fokuskan dulu rekan-rekan untuk membantu masyarakat. Soal pindah (kantor) nantilah, kalau sudah agak tenang,” jelas Dian saat dikonfirmasi usai Rapat Paripurna DPRD Kuningan, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga akhir bulan. Bupati mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman pohon tumbang, banjir, dan longsor.
“Saya menghimbau warga tetap waspada, kurangi aktivitas terutama di bawah pepohonan, karena ancaman banjir, longsor, dan angin puting beliung masih mengintai,” pesannya.(Nars)



