KUNINGAN – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Kuningan memicu ancaman bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah. Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya kurang lebih 17 titik bencana yang tersebar akibat hujan deras dan angin kencang.
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
Merespons kondisi darurat ini, Bupati menginstruksikan seluruh jajaran BPBD, Damkar, hingga aparat kecamatan dan desa untuk siaga penuh. Bahkan, rencana pemindahan kantor BPBD pun terpaksa ditunda agar seluruh personel fokus membantu masyarakat.
“Saya dapat laporan kemarin ada kurang lebih hampir 17 titik. Karena personel terbatas, saya fokuskan dulu rekan-rekan untuk membantu masyarakat. Soal pindah (kantor) nantilah, kalau sudah agak tenang,” jelas Dian saat dikonfirmasi usai Rapat Paripurna DPRD Kuningan, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan informasi BMKG, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga akhir bulan. Bupati mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman pohon tumbang, banjir, dan longsor.
“Saya menghimbau warga tetap waspada, kurangi aktivitas terutama di bawah pepohonan, karena ancaman banjir, longsor, dan angin puting beliung masih mengintai,” pesannya.(Nars)

























