KUNINGAN – Guna menjamin keamanan dan kenyamanan para pemudik yang memasuki wilayah Kuningan Timur, Damkar Kuningan menyiagakan posko bantuan khusus selama Operasi Lodaya 2026. Salah satu titik krusial yang menjadi pusat pengamanan adalah Terminal Pasar Ciputat, Kecamatan Ciawigebang.


Kepala UPT Damkar Satpol-PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, menjelaskan bahwa penempatan personel di titik ini bertujuan untuk mempercepat waktu tanggap (response time) apabila terjadi situasi darurat di tengah kepadatan lalu lintas.
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
“Kami mencoba membuka pos bantuan di wilayah Kuningan Timur, tepatnya di Terminal Ciawigebang. Tujuannya agar response time bisa lebih cepat tercapai jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Andri saat dikonfirmasi Kamis (19/3/2026).
Andri menambahkan, kondisi arus lalu lintas saat ini sudah mulai menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Bahkan, sempat terpantau adanya kemacetan panjang yang mencapai hampir satu kilometer di area lampu merah Ciawigebang akibat gelombang pemudik yang mulai berdatangan.
“Kondisi kemacetan ini tentu akan menghambat pergerakan armada jika kami hanya mengandalkan pos pusat. Oleh karena itu, kehadiran posko di titik strategis seperti terminal sangat penting agar pelayanan tetap maksimal meskipun lalu lintas padat,” tambahnya.
Dalam pengamanan mudik ini, Damkar menyiagakan armada pancar sebagai antisipasi utama terjadinya musibah kebakaran. Namun, Andri menegaskan bahwa personelnya juga siap diterjunkan untuk berbagai aksi penyelamatan (rescue) dan evakuasi lainnya yang dibutuhkan masyarakat di lapangan.
Beruntung, hingga H-7 menjelang Idulfitri, situasi di wilayah Kuningan Timur dilaporkan masih relatif terkendali. Belum ada laporan mengenai kejadian menonjol atau darurat yang memerlukan penanganan khusus.
“Alhamdulillah, dari H-7 hingga saat ini belum ada kejadian luar biasa. Waktu-waktu sibuk juga masih berada dalam jam landai, sehingga personel kami bisa bersiaga dengan lebih leluasa namun tetap waspada penuh,” jelas Andri.
Di Posko.Mudik Lebaran ini ada juga bersiaga dari unsur kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Satpol PP Kuningan, BPBD Kabupaten Kuningan dan Jasa Raharja. (Nars)

























