KUNINGAN – Rentetan bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Kuningan belakangan ini mendapat perhatian serius. Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan sebagai ex-officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, U Kusmana, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya hadir untuk memberikan penanganan dan pelayanan darurat terbaik bagi masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan menyusul insiden banjir bandang yang menyapu material perbaikan Jembatan Cijemit pada Sabtu (28/3/2026), sore. Bencana tersebut menjadi hal di luar prediksi dan sangat disayangkan, mengingat jembatan vital penghubung Desa Cijemit, Gunungmanik, dan Pinara itu sedang dalam tahap perbaikan intensif oleh pemerintah.
- Soroti Ketimpangan Inklusi, DPR RI dan OJK Siapkan Mahasiswa Uniku Jadi Penggerak Ekonomi & UMKM
- Waspada Kejahatan Digital, Kepala OJK Cirebon Ingatkan Mahasiswa Kuningan Jaga Data Pribadi dan Melek Finansial
- Kick Off Bulan Literasi Keuangan OJK di Uniku, Bupati Ungkap Fakta Darurat Judol dan Pinjol di Kuningan Timur
- Tiga Hari Pencarian Nihil, Tim SAR Hentikan Sementara Susur Sungai dalam Kasus Hilangnya Parmo di Kuningan
- Borneo FC Mengintai Puncak Klasemen dengan Tabungan Laga, Misi Balas Dendam untuk Persita Digelar Malam Ini
“Pemerintah daerah sebetulnya sudah melakukan yang terbaik. Arahan Pak Bupati untuk memperbaiki jembatan itu sudah berjalan hampir dua bulan. Progresnya sudah 50 persen, rentangan besi sudah siap dipasang dan tinggal dicor. Namun, banjir bandang di luar perkiraan memporak-porandakannya. Tiga dari empat besi bentangan terbawa arus,” ungkap U Kusmana, Sabtu petang.
Sebagai Kepala BPBD, U Kusmana menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. Ia sangat menyadari fungsi strategis Jembatan Cijemit sebagai urat nadi perekonomian, pertanian, dan sosial warga di tiga desa.
Akibat putusnya jembatan, mobilitas warga kini terganggu karena harus memutar arah melewati Dusun Sukasari dengan jarak tempuh tambahan lebih dari dua kilometer melintasi jalur yang sempit.
Meski diterjang musibah tak terduga, Kusmana memastikan bahwa jajaran pemerintah tidak tinggal diam. Untuk menghadapi cuaca ekstrem yang masih mengintai Kuningan, ia telah menginstruksikan seluruh elemen di bawah komandonya untuk bersiaga penuh.
“Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran BPBD dan para camat untuk terus melakukan langkah-langkah terbaik terkait penanganan kebencanaan di wilayahnya masing-masing. Kami juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait, mulai dari Polsek, Koramil, pemerintah desa, hingga komponen masyarakat lainnya,” sebutnya..
Di tengah situasi yang sulit ini, U Kusmana mengimbau warga Kuningan, khususnya yang terdampak putusnya Jembatan Cijemit, untuk tetap bersabar. Ia juga berharap masyarakat dapat memaklumi kondisi force majeure ini karena kebencanaan ini di luar kewenangan manusia.
“Saya mohon doanya dan mari bersabar dulu. Peristiwa musibah ini murni akibat cuaca ekstrem yang diluar mitigasi kita. Pemkab Kuningan justru sangat ingin memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dan langkah-langkah pembangunan jembatan itu sebelumnya sudah berjalan sangat bagus,” ungkapnya. (Nars)


















