KUNINGAN – Gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kuningan mendadak memanas, Rabu (1/4/2026). Ratusan massa aksi menggeruduk markas penegak hukum tersebut guna menagih kepastian skandal dugaan korupsi mega proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) “Kuningan Caang” yang genap berusia satu tahun namun tak kunjung menemui titik terang.
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
Aksi unjuk rasa ini sekaligus menjadi ajang “penyambutan” bagi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuningan yang baru, Yustina Engelin Kalangit. Massa secara blak-blakan menyindir kepemimpinan Kejari sebelumnya yang dinilai “mandul” dalam memberantas tindak pidana korupsi di wilayah tersebut.
“Jangan sampai Kejari Kuningan jadi kuburan massal kasus-kasus korupsi! Kami minta kejelasan. Ibu Kajari keluar saja atau kita dorong-dorongan dulu? Kalau memang di-SP3-kan, sampaikan secara tertulis. Jangan biarkan kasus ini mangkrak satu tahun tanpa kejelasan,” teriak salah satu orator, Yusup.
Orator tersebut juga memberikan tantangan terbuka kepada Kajari Yustina yang sebelumnya dinilai sukses bertugas di Mukomuko, agar berani membongkar skandal korupsi yang telah menguras miliaran uang rakyat Kuningan ini.
“Kalau tidak mampu, apakah kami harus melaporkan Kejari ini ke Kejagung?” tantangnya.
Loyalis Eks Bupati Geram Tak Terima Almarhum Dikambinghitamkan
Di tengah memanasnya orasi dan desakan massa, sorotan tajam juga datang dari perwakilan Barisan Acep Purnama. Sebagai loyalis almarhum mantan Bupati Kuningan, Haji Acep Purnama, ia meluapkan kekecewaan dan amarahnya atas desas-desus yang menyebut bahwa almarhum dijadikan tameng utama dalam kasus ini.
Dengan nada bergetar menahan emosi, ia menegaskan bahwa mega proyek bernilai ratusan miliar mustahil direkayasa oleh aktor tunggal.”Saya sebagai loyalis almarhum hari ini sangat terluka. Sangat prihatin saya dengar kasus ini seolah tertumpu pada almarhum. Almarhum tidak sendiri! Mungkinkah seorang bupati mengalihkan dana dan memasang lampu sendiri? Ke mana pejabat pelat merah yang kemarin diperiksa?” cecarnya.
Ia memberikan peringatan keras kepada aparat penegak hukum agar tidak menumpahkan segala kesalahan kepada orang yang sudah meninggal dunia demi menutupi keterlibatan pihak lain.
“Jangan sampai karena ada yang meninggal, lalu ditumpukkan kesalahannya ke satu orang tersebut! Saya bantah! Jika kasus ini tidak terang benderang, kami Barisan Acep Purnama yang akan berdiri di sini menuntut keadilan. Jangan sampai aparat penegak hukum tertidur terus dan menjadikan ini ATM berjalan,” tutupnya dengan tegas.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan Gedung Kejari Kuningan dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, sembari mendesak Kajari Kuningan yang baru untuk segera menemui mereka dan memberikan kejelasan nasib mega proyek “Kuningan Caang”. (Nars)























