KUNINGAN — Tembok tinggi penjara rupanya bukan halangan untuk tetap produktif. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan membuktikan hal tersebut dengan memanen 20 kilogram melon segar langsung dari lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pertanian, Kamis (18/6).
Panen ini bukanlah sekadar rutinitas biasa, melainkan buah manis dari ketekunan para narapidana yang mengikuti program pembinaan kemandirian.
- Dari Balik Jeruji Besi, Warga Binaan Lapas Kuningan Sukses Panen Puluhan Kilogram Melon
- Kendala Pembangkit, PLN ULP Kuningan Berlakukan Pemadaman Terbatas Sore Ini
- Sabet 10 Medali, Uniku Keluar Sebagai Juara Umum Pencak Silat Ciremai Fest Jabar 2026
- Kadis PUTR Kuningan Targetkan 5 KM Awal Jalan Lingkar Timur Selatan Fungsional pada 2027
- Komisi V DPR RI Dorong Percepatan Proyek Jalan Lingkar Timur Selatan Kuningan Melalui Dua Skema Anggaran
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, turun langsung memimpin panen tersebut bersama jajaran pejabat struktural, staf, hingga para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Bagi Sukarno, kebun melon ini menjadi etalase keberhasilan pembinaan warga binaan. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan pengejawantahan langsung dari program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Targetnya dua: memperkuat keterampilan mandiri para narapidana dan ikut serta menopang ketahanan pangan nasional.
“Lewat aktivitas pertanian ini, warga binaan tidak hanya memanen buah, tetapi juga menempa kedisiplinan dan karakter. Ini adalah wadah bagi mereka untuk menyerap keterampilan produktif yang sangat bermanfaat sebagai bekal hidup kelak,” ujar Sukarno di sela-sela kegiatan.
Angka 20 kilogram mungkin terdengar sederhana untuk sebuah lahan pertanian komersial, namun di balik jeruji lapas, hasil ini adalah simbol transformasi. Para narapidana yang dulunya berhadapan dengan hukum, kini tengah dipersiapkan menjadi tenaga kerja terampil di sektor agrikultur.
Mereka diajarkan mulai dari tahap pembibitan, perawatan, hingga proses panen di bawah pengawasan ketat dan pendampingan petugas.Melihat tingginya antusiasme dan efektivitas program ini, pihak Lapas Kuningan tidak ingin berpuas diri.
Ke depannya, area SAE Pertanian akan terus dikembangkan. Sukarno menyebutkan bahwa pihaknya tengah merancang diversifikasi atau penganekaragaman jenis tanaman agar lahan yang ada bisa lebih produktif. (Nars)















