Kuningan Pemerintahan

Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Kuningan Gandeng Forum OSIS dalam Pendidikan Pengawasan Partisipatif

KUNINGAN — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif di Kantor Bawaslu setempat, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini digelar bersama Bawaslu Jawa Barat. Uniknya, kegiatan kali ini secara khusus menyasar kalangan pelajar dengan menggandeng sekitar 20 orang pengurus Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) se-Kabupaten Kuningan sebagai peserta.

Kegiatan yang dipandu dan turut dihadiri oleh seluruh jajaran Komisioner Bawaslu Kabupaten Kuningan serta Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Zacky Muhammad Zam Zam. Dalam sambutannya, Zacky mengapresiasi segmentasi peserta di Kuningan yang berbeda dari kabupaten lainnya.

“Program ini merupakan program prioritas nasional Bawaslu. Kita menyasar segmentasi calon pemilih pemula, yakni pelajar yang sudah berusia 17 tahun dan memiliki e-KTP, demi mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam agenda kontestasi pemilu,” ujar Zacky.

Zacky mengungkapkan urgensi partisipasi publik dalam pemilu sangatlah tinggi. Menurutnya, seluruh hajat hidup masyarakat akan diputuskan melalui kebijakan politik yang dibuat oleh orang-orang yang terpilih, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif.

Ia mengingatkan para pelajar bahwa setiap suara yang diberikan di bilik suara memiliki nilai yang setara dalam menentukan masa depan bangsa.

Bupati Kuningan Didesak Evaluasi Hasil Appraisal Tunjangan DPRD

Melalui pendidikan ini, Bawaslu berharap dapat mewujudkan pemilihan yang tidak hanya berkualitas dan berintegritas secara prosedural, tetapi juga secara substantif. “Pemilu bukan sekadar proses mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Lebih dari itu, masyarakat—termasuk generasi muda—didorong untuk lebih peduli dan kritis terhadap kebijakan-kebijakan yang berdampak pada publik,” tambahnya.

Di hadapan para pimpinan OSIS tersebut, Zacky juga menyoroti tantangan pemilu di era digital, terutama terkait maraknya penyebaran informasi bohong atau hoaks. Ia berharap para pemilih pemula ini dapat menjadi garda terdepan dalam literasi digital pemilu.”Kami berharap rekan-rekan yang sudah mendapatkan pendidikan ini bisa memilah mana konten yang positif dan mana yang negatif, sehingga tidak ikut menyebarluaskan disinformasi,” pesan Zacky.

Sementara, Komisioner Bawaslu Kabupaten Kuningan, Agus Khobir menaruh harapan besar agar para peserta dapat menjadi agen perubahan dengan menularkan ilmu pendidikan pengawasan partisipatif yang didapat hari ini kepada teman-teman sebaya di sekolah masing-masing.

“Kenapa dipilih segmentasi pelajar. Karena mereka adalah calon penerus yang bisa menjadi pelopor kegiatan pengawasan pada pemilu yang akan datang,” ujar Agus.

Terkait materi yang diberikan, Agus menambahkan, mulai dari dasar-dasar pendidikan kepemiluan hingga bagaimana cara melakukan pengawasan dan pelaporan melalui saluran aplikasi milik Bawaslu.

PLN ULP Kuningan Lakukan Pemadaman Terencana Lagi di Sejumlah Wilayah Hari Ini

“Ya mulai dari teknis pencegahan, teknis pelaporan dugaan pelanggaran dan teknis permohonan penyelesaian. Ada juga teknis pengawasan berbasis digital,” sebutnya. (Nars)

× Advertisement
× Advertisement