

KUNINGAN – Palang Merah Indonesia Kabupaten Kuningan mengerahkan armada dan relawan ke lokasi kebakaran Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru di Kecamatan Jalaksana untuk mempercepat proses pemadaman api dan penanganan darurat.


Aksi kemanusiaan di lapangan ini dipimpin langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Kuningan, Hj Ika Siti Rahmatika bersama Kepala Bidang Kebencanaan Agus Mauludin guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
- Target Padam Jelang Kemerdekaan, Kapan Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Berakhir?
- Imbas Kebakaran TPSA Kuningan, Pelayanan Sampah Terpaksa Dibatasi, Kadis LH Imbau Begini
- Hari Keempat, Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan Belum Padam, Petugas Terkepung Asap Tebal
- PMI Kabupaten Kuningan Kerahkan Bantuan Air Bersih ke Lokasi Kebakaran TPSA Ciniru
- Dapur Umum BPBD di TPSA Ciniru Kuningan Beroperasi Dukung Logistik Ratusan Personel
Dalam penanganan darurat di lokasi kejadian, perhimpunan kemanusiaan tersebut menyuplai ribuan liter air bersih untuk kebutuhan pemadaman api yang masih membara. Pasokan air tambahan ini sangat dibutuhkan oleh petugas pemadam kebakaran di lapangan mengingat luasnya area pembuangan sampah yang terbakar serta sulitnya sumber air di sekitar titik api.
” Selain dukungan armada air, relawan PMI juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para petugas gabungan dan warga terdampak. Keberadaan posko logistik dan dapur umum ini disiapkan untuk memastikan stamina seluruh personel yang berjibaku memadamkan api sejak pagi hingga malam hari tetap terjaga dengan baik,” ujar Ika.
Tim medis dan ambulans siaga juga dikerahkan ke area sekitar lokasi untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat pekatnya kepulan asap hitam. Tenaga kesehatan memberikan layanan pemeriksaan gratis serta membagikan masker dan obat-obatan kepada warga serta petugas yang mengalami keluhan saluran pernapasan di posko kesehatan terdekat.
Ika mengatakan kehadiran lembaganya di lokasi bencana merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk meringankan beban masyarakat dan petugas. Menurutnya aksi cepat tanggap ini berlandaskan pada prinsip dasar gerakan kemanusiaan internasional yang mewajibkan organisasi untuk selalu hadir tanpa memandang latar belakang ketika terjadi situasi darurat di tengah masyarakat.
Sementara, Kepala Bidang Kebencanaan PMI Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin menambahkan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk mengantisipasi dinamika kebutuhan evakuasi dan logistik.
Sinergi lintas sektoral terus dibangun bersama unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan penanganan musibah ini tuntas dan tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas bagi warga sekitar.
Aksi kemanusiaan yang konsisten di tengah bencana ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan darurat menjadi prioritas utama lembaga dalam melindungi keselamatan warga. Melalui koordinasi yang solid antar-relawan dan pemangku kepentingan setempat, PMI berupaya memulihkan kondisi keamanan lingkungan sekitar Tempat Pembuangan Akhir agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal secepatnya. (Nars)



