

KUNINGAN — Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan. Hingga Rabu (12/8/2026) pukul 10.30 WIB, kobaran api masih melahap ribuan ton tumpukan sampah, memicu kepulan asap abu-abu pekat yang membumbung tinggi bahkan dilaporkan asap yang tertiup angin ini menjangkau kawasan Jalan Lingkar Timur Kuningan.
- Buka Konferprov PWI Jabar, Wali Kota Bandung Farhan Minta Jurnalis Dekonstruksi Kerja Jurnalistik di Era Digital
- Api Masih Berkobar di TPSA Ciniru Kuningan, Ancaman Overkapasitas 2027 Jadi Sorotan Utama
- Bupati Kuningan Minta Tindak Tegas Pelaku Jika Kebakaran TPSA Ciniru Terbukti Disengaja
- Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran Hebat di TPSA Ciniru Kuningan
- Sah! PWI Pusat Tetapkan Dua Kandidat Bertarung Rebut Kursi Ketua PWI Jabar 2026-2031
Menanggapi insiden tersebut, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, meminta aparat penegak hukum untuk tidak segan mengambil langkah tegas jika terbukti ada unsur kesengajaan di balik peristiwa nahas ini.
“Kita belum dapat laporan yang detail, ini mungkin bisa faktor kesengajaan atau tidak disengaja. Tapi kalau ada unsur kesengajaan, ya harus ditindak tegas! Itu membahayakan dan jangan main-main,” tegas Dian saat memberikan keterangan resminya, Rabu siang.
Ia juga menambahkan bahwa perkara ini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian dan aparat berwajib yang sudah bersiaga di lokasi.Bupati Dian mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati selama musim kemarau panjang, mengingat tumpukan sampah kering sangat rentan terbakar.
“Kalau tadi kita terlambat, api bisa merembet ke mana-mana. Ini akan menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati,” ujarnya.
Untuk menjinakkan si jago merah, proses pemadaman darurat terus dilakukan secara intensif. Laporan terakhir menyebutkan empat unit kendaraan dinas penyemprot air telah dikerahkan ke titik api. Keempat armada tersebut meliputi dua unit dari UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan, satu unit dari Yonif TP 839/Satria Abyakta, dan satu unit dari Kodim 0615/Kuningan.
Selain itu, kendaraan operasional dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan juga dikerahkan secara khusus untuk memastikan suplai air di lokasi tetap terjaga. Sebanyak 20 personel Damkar dan 12 personel BPBD bersiaga penuh, dibantu oleh pasukan dari Yonif, Kodim 0615/Kuningan, dan jajaran Polres Kuningan yang turut terjun langsung ke lapangan. (Nars)



