

KUNINGAN – Dapur Umum berlokasi di sekitar TPSA Ciniru Kabupaten Kuningan resmi beroperasi secara maksimal guna menunjang pasokan logistik ratusan personel gabungan yang berjuang memadamkan kobaran api.


Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, saat dikonfirmasi menerangkan, fasilitas darurat tersebut kini menjadi penunjang suplai konsumsi bagi seluruh satuan tugas gabungan penanganan bencana.
- Dapur Umum BPBD di TPSA Ciniru Kuningan Beroperasi Dukung Logistik Ratusan Personel
- Menjawab Pertanyaan Wisatawan: Gunung Ciremai Dimana? Ini Lokasi dan Pesona Alamnya
- Sambut HUT Ke-81 RI Kodim 0615 Kuningan Gelar Doa Syukur Keselamatan Bangsa
- Tina Wiryawati Dukung Pemprov Jabar Resmi Ambil Alih MTQ 2027
- Memaknai QS Yunus 58 dalam Syukur Kemerdekaan RI dan Maulid Nabi
Peristiwa terbakarnya Tempat Pembuangan Sampah Akhir di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, tersebut mulai terjadi sejak Rabu. Hembusan angin kencang serta luasnya area sampah yang terbakar hingga mencapai perkiraan lima hektare membuat kobaran api dengan cepat merembet dan meluas ke berbagai sisi.


Merespons eskalasi medan di area bencana, Indra Bayu Permana menjelaskan bahwa inisiatif pendirian sentra makanan ini sebenarnya sudah dicanangkan sejak awal terjadinya kebencanaan di lokasi pembuangan sampah terbesar di Kuningan ini.
Namun karena adanya dinamika penataan serta pembagian personel darurat yang membutuhkan penyesuaian, optimalisasi dapur lapangan baru bisa direalisasikan secara penuh pada hari Jum’at (14/8/2026) ini.
“Kehadiran posko logistik ini secara khusus difungsikan untuk melayani dan menutup seluruh kebutuhan makan maupun minum para elemen yang bertugas di lokasi kejadian,” ujar IBE, sapaannya.
Pihak koordinator menjamin distribusi jatah makanan dilakukan secara merata tanpa terkecuali, menjangkau segala unsur tim gabungan yang sedang melebur dalam satu visi penanganan.
Indra turut menyampaikan rasa syukur atas tingginya sinergi rekan-rekan lintas instansi sehingga eksekusi operasional dapur bisa segera berjalan dengan baik. Jaminan pangan yang dikelola secara terpusat ini dinilai sangat membantu pergerakan tim karena mereka dapat fokus sepenuhnya pada upaya pemadaman tanpa mengkhawatirkan asupan gizi.
Sistem pelayanan kebutuhan dasar bagi para penjinak api ini dipastikan akan terus beroperasi secara berkesinambungan mengikuti ritme kerja di garis depan. Pemenuhan pasokan nutrisi yang memadai sangatlah penting mengingat terdapat sekitar 200 personel yang terbagi dalam berbagai regu masih harus bersiaga menaklukkan api.
Kondisi fisik dan moril yang kuat menjadi modal vital bagi setiap petugas dalam menghadapi kepulan asap pekat serta menghentikan potensi rambatan bara di kedalaman tumpukan sampah tersebut. (Nars)



