
TEKNO – Tren foto bergaya tahun 1980-an saat ini tengah mendominasi berbagai platform media sosial dan berhasil menarik perhatian luas dari warganet. Fenomena ini ditandai dengan maraknya unggahan potret bernuansa retro yang menampilkan busana khas masa lampau, tatanan rambut bervolume, hingga efek visual butiran film analog yang otentik.
Menariknya, foto-foto klasik tersebut bukan diciptakan melalui proses fotografi konvensional atau studio khusus, melainkan dihasilkan oleh teknologi kecerdasan buatan atau AI yang kini semakin ramah pengguna.
- Pelajar SMPN 2 Kuningan Dibekali Literasi Digital Lewat Program JURAGAN PWI Kuningan
- Siap-siap Tilang! Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kuningan Incar Pemotor Knalpot Brong hingga Pengendara Lawan Arus
- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar Temui Massa Pro-Kontra MBG, Ini yang Disampaikan
- Massa Penolak MBG di Kuningan Bubar, Massa Tandingan Merangsek ke Depan Pendopo
- Waduh! Ada Dua Aksi Massa Berlawanan di Depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Ini Situasinya
Bagi masyarakat yang ingin ikut meramaikan tren tersebut, terdapat dua metode utama yang dinilai paling mudah untuk diterapkan. Metode pertama adalah menggunakan fitur instan yang tersedia di ChatGPT.
Pengguna cukup membuka aplikasi atau situs web ChatGPT, lalu mengarahkan navigasi ke menu Gambar atau Create an Image. Setelah itu, pengguna dapat mencari dan memilih opsi gaya 80s Flashback yang telah disediakan.
Langkah berikutnya adalah mengunggah foto dari galeri gawai atau mengambil foto baru melalui kamera, kemudian menunggu proses kecerdasan buatan hingga selesai sebelum akhirnya mengunduh hasil akhir foto tersebut.
Metode kedua ditujukan bagi pengguna yang ingin mengatur gaya secara lebih spesifik melalui teknik penulisan perintah teks atau prompt.
Cara ini dapat diaplikasikan tidak hanya pada ChatGPT, melainkan juga melalui platform Google Gemini. Pengguna perlu mengunggah foto pribadi terlebih dahulu, kemudian menyertakan deskripsi perintah yang terstruktur agar karakteristik wajah asli tetap terjaga.
Sebagai panduan, pengguna dapat menuliskan perintah dalam bahasa Inggris dengan kalimat untuk mengubah foto menjadi gaya tahun 1980-an yang otentik, mempertahankan bentuk wajah asli, serta menambahkan busana realistis, gaya rambut bervolume, dan estetika fotografi analog.
Alternatif lainnya, pengguna juga bisa menggunakan versi bahasa Indonesia dengan kalimat yang meminta pengubahan foto ke dalam gaya tahun 1980-an yang otentik, mempertahankan bentuk wajah asli, serta memberikan pakaian retro, gaya rambut bervolume khas masa tersebut, lengkap dengan efek warna film analog jadul.
Melalui kemudahan teknologi ini, siapa saja kini dapat bernostalgia dan menciptakan karya visual bernuansa masa lalu secara instan tanpa memerlukan keahlian penyuntingan grafis yang rumit. (NARS)
