

KUNINGAN — Menjelang laga sengit penuh rivalitas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026), dukungan moral terus mengalir untuk skuad Pangeran Biru.
Tokoh Bobotoh Kuningan yang juga anggota DPRD Kabupaten Kuningan, Susanto, optimis Persib mampu mencuri poin penuh di markas lawan sekaligus membawa pulang kemenangan.
- El Clasico Persib vs Persija: Susanto Prediksi Maung Bandung Menang 1-2, Imbau Bobotoh Tak Ke GBK
- Perkuat Kolaborasi, PHRI Wilayah III Cirebon Gelar Rakorwil di Kuningan
- Isu Geothermal Gunung Ciremai Mencuat Lagi, Ketua Fraksi PDIP Kuningan Sentil Pemda Tak Punya Sikap Jelas
- Ratusan Hektare Hutan Subang Ditanami Kopi Ilegal, Rana Suparman Desak Penyelamatan Gunung Kendeng
- Klarifikasi Sanksi RS Permata, DLH Kuningan: Uang Masuk Negara
Susanto memprediksi laga liga bergengsi ini akan berakhir dengan skor 1-2 untuk keunggulan Persib Bandung. Angka tersebut secara unik disesuaikan dengan tanggal jalannya pertandingan, yakni 12 September.
“Sesuai tanggal saat pertandingan, Saya prediksi skor 1-2. Satu untuk Persija dan dua untuk Persib Bandung,” kata Legislator nyentrik ini, Jum’at (11/9/2026) pagi.
Meski harus berlaga di bawah tekanan ribuan pendukung tuan rumah, Susanto menilai jajaran penggawa Maung Bandung memiliki modal mental yang sangat matang. Formasi dan kedalaman skuad di bawah arahan pelatih Igor Tolic dinilai sudah siap menghadapi iklim pertandingan dengan tensi tinggi.
“Para pemain berada dalam kondisi percaya diri dan mental yang sangat bagus. Mereka disiapkan untuk pertandingan tak hanya berskala nasional, tetapi lebih dari itu. Jangankan bertanding di GBK, berlaga di luar negeri pun anak-anak asuhan Igor Tolic ini sudah sangat siap,” ujar Susanto.
Mengingat tingginya tensi rivalitas kedua tim, Susanto memberikan imbauan tegas kepada seluruh elemen suporter, khususnya Bobotoh di wilayah Kabupaten Kuningan. Ia meminta para pendukung untuk tidak nekat berangkat ke Jakarta demi menyaksikan laga secara langsung di stadion (nyetadion).
Langkah tersebut dinilai penting demi menjaga kondusifitas keamanan serta menekan risiko kerawanan yang dapat merugikan diri sendiri maupun organisasi suporter secara umum.
“Sangat dianjurkan untuk tidak hadir langsung di GBK. Kita harus mengutamakan keselamatan diri dan menghindari segala kemungkinan yang merugikan. Lebih baik memberikan dukungan dan menonton dari rumah saja,” imbaunya. (NARS)



