KUNINGAN – Setelah menyaksikan Debat Publik Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan, masyarakat akan kembali melihat ujian visi-misi ketiga pasangan calon dalam bentuk diskusi akademis yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan (Uniku) pada 11 November mendatang.
Ketua BEM Uniku, Roy Aldilah, menyatakan bahwa dialog akademis ini bertujuan membedah visi, misi, dan program yang ditawarkan setiap pasangan calon (paslon) dalam Pilkada Kuningan 2024 secara lebih ilmiah dan terbuka.
“Visi, misi, dan program mereka harus diuji secara akademis agar terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini penting supaya masyarakat tidak hanya mendapat janji, tetapi juga pemahaman tentang rencana nyata yang akan mereka terapkan,” kata Roy, Senin (4/11/2024).
- Semakin Dekat Menuju Liga 3, Pesik Kuningan Hanya Butuh Hasil Seri untuk Lolos ke 8 Besar Piala Presiden
- Selain 9 Titik, Puluhan Titik di Kuningan Juga Akan Terdampak Pemadaman Listrik Selasa 23 Juni 2026, Cek Daftarnya!
- Siap-Siap! PLN Kuningan Lakukan Pemeliharaan Jaringan Besok, Sembilan Wilayah Ini Bakal Padam
- Tumbangkan KLN Elite 3-1, Proton FC Kuningan Selangkah Lagi Juara Pro Futsal League 2
- Soroti Anggaran Perjalanan Dinas BPKAD Rp1,2 Miliar, Bupati Kuningan Disebut Terapkan Standar Ganda
Roy menyoroti bahwa euforia demokrasi kerap membuat perhatian publik lebih berfokus pada kebebasan politik daripada permasalahan ekonomi.
Padahal, isu seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial-ekonomi masih menjadi pekerjaan besar, baik bagi pemerintah pusat maupun khususnya bagi Kabupaten Kuningan.
“Sampai saat ini, masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial-ekonomi di Kuningan masih sangat nyata dan harus menjadi perhatian serius bagi para calon pemimpin,” tambah Roy.
BEM Uniku berharap agar semua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kuningan dapat menghadiri dialog ini.
Menurut Roy, acara ini akan menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan akademisi untuk terlibat aktif dalam mengevaluasi visi dan misi paslon secara kritis.
“Melalui dialog ini, mahasiswa dan akademisi bisa ikut membedah secara langsung tujuan dari masing-masing calon kepala daerah,” ujarnya.
Roy menekankan pentingnya keseimbangan antara kesejahteraan ekonomi dan politik dalam prioritas pembangunan.
Ia juga mengingatkan bahwa Pilkada 2024 adalah momen penting untuk memastikan agenda kesejahteraan rakyat menjadi fokus utama.
“Jika kesejahteraan rakyat tidak masuk dalam agenda demokrasi, maka target Indonesia Emas 2024 hanya akan menjadi mimpi belaka,” tegasnya.
BEM Uniku sendiri berkomitmen menciptakan lingkungan politik yang intelektual, di mana para calon kepala daerah dapat menyampaikan gagasan mereka di ranah akademis.
“Dialog terbuka ini adalah kesempatan bagi para calon untuk membuktikan bahwa program yang mereka tawarkan benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Roy. (Nars)














