

KUNINGAN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, U Kusmana, mengapresiasi inisiatif DPD Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Kuningan yang menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kabupaten Kuningan.
- Luruskan Keluhan Kerugian Petani, DKPP Kuningan: Dampak Kemarau Harus Dilihat secara Komprehensif
- Hapus Stigma Sosial, Lapas Kuningan Sulap Warga Binaan dan Mantan Napi Jadi Insan Siap Kerja Lewat ‘Wangun Mandiri Farm’
- Krisis Air Bersih Masih Melanda, Karangkancana Kembali Diguyur Bantuan 5.000 Liter dari BPBD Kuningan
- HMI FE Uniku Jadikan Maulid Nabi 1448 H Momentum Penguatan Karakter Mahasiswa
- Mengintip Rincian Biaya Produksi Petani Kuningan Saat Kemarau: Ongkos Air dan Perawatan Melonjak Tajam
Yang membuatnya bangga, kegiatan berskala kabupaten ini, dikatakannya, tidak menggunakan anggaran dari APBD, melainkan hasil swadaya dari pengurus PKBM. Bahkan, acara ini menghadirkan narasumber tingkat nasional dari Kementerian Pendidikan, sehingga memberikan wawasan yang lebih luas bagi para peserta.


Pihaknya sangat mengapresiasi langkah FK PKBM. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan masyarakat.
“Harapannya, PKBM tidak hanya sekadar menjadi lembaga yang memberikan ijazah kesetaraan, tetapi benar-benar menjalankan proses pembelajaran yang berkualitas sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh,” ujar U Kusmana.


Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari peran bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Kuningan yang terus memberikan bimbingan dan pendampingan bagi FK PKBM agar semakin berkualitas.
Ketua FK PKBM Kabupaten Kuningan, Iwan Gunawan, menyebutkan hal itu sambil menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik sekaligus mempererat silaturahmi antar-mereka.


“Kami menghadirkan narasumber dari Direktorat serta Tim IT Kementerian Pendidikan untuk memberikan wawasan lebih luas. Ke depan, program peningkatan kapasitas ini akan rutin digelar, termasuk bagi tutor dan bendahara PKBM agar tata kelola pendidikan nonformal semakin baik,” kata Iwan.
Selain peningkatan kapasitas, FK PKBM juga berencana menggelar “wisuda” bagi peserta didik yang telah menyelesaikan pendidikan kesetaraan. Sekitar 2.000 peserta dijadwalkan mengikuti prosesi tersebut dalam waktu dekat.
Saat ini, terdapat 113 PKBM yang tersebar di Kabupaten Kuningan. Menurut Iwan, jumlah tersebut menunjukkan bahwa PKBM bukan lagi sekadar lembaga formalitas, melainkan benar-benar dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
“Dengan peningkatan kualitas, PKBM diharapkan semakin berkontribusi dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan sejalan dengan target Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan,” pungkasnya. (Nars)



