KUNINGAN – Kabupaten Kuningan menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Barat yang terpilih menjalankan Program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam mengonsumsi makanan sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggandeng 25 desa sebagai mitra utama dalam penerapan program ini. Tim Penggerak PKK di tingkat desa akan berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan yang beragam dan bergizi.
- Tak Hanya Peduli Gunung, KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Bersihkan Eceng Gondok Waduk Darma
- Tunjangan DPRD Kuningan Dipangkas demi Efisiensi Anggaran, Sekwan: Tidak Ada Ruang Gelap
- Segini Besaran Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Kuningan Berdasarkan Kajian KJPP
- Buka Bukaan Tunjangan DPRD Kuningan, Sekwan Dorong Transparansi di Tengah Tuntutan Efisiensi Fiskal Daerah
- Ujang Kosasih “Bintang Lima” Pimpin PKB Kuningan Lagi, Sekjen Baru Aras Rasdi Usia 35 Tahun
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka stunting di wilayah pedesaan.
Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada optimalisasi sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di desa, masyarakat tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang lebih baik tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar daerah.


Sebagai bentuk dukungan, Bank Kuningan turut berkontribusi dengan memfasilitasi aspek keuangan bagi kelompok desa yang terlibat dalam program ini. Kebijakan berupa pembebasan biaya administrasi serta kemudahan dalam pembukaan rekening kelompok diharapkan dapat mempercepat implementasi B2SA di lapangan. (Nars)














