KUNINGAN – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus digaungkan oleh eQuaNik Agri Nusantara. Melalui program bertajuk Event Social Responsibility Batch One #1 Nusantara Melon Fest 2025, sebanyak 1.000 pohon ditanam di Desa Parakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, Senin (16/6/2025).
Kegiatan ini mengusung tema “1 Pohon untuk Manfaat Kebaikan yang Berkelanjutan”, yang sekaligus menjadi bagian dari upaya nyata menyelamatkan ekologi, terutama di kawasan rawan krisis muka air tanah.
- Soal Penyaluran Bansos, Mensos Tegur Kepala Daerah
- Muncul Rumor Lahgun Narkoba, BNN Kabupaten Kuningan Siap Tes Urine Anggota Dewan
- Jurus PNM Cirebon Bikin Ratusan Emak-Emak UMKM Naik Kelas dan Kebal Pinjol Ilegal
- Wakil Bupati Kuningan Dorong Sinergi Pembangunan dan Sukseskan PTSL dalam Konsolidasi APDESI Merah Putih
- Reshuffle Kabinet Prabowo, Wajah Baru dan Yang Kembali
Penanaman 1.000 pohon ini terdiri dari 500 pohon endemik jenis beringin dan 500 pohon penghasil buah seperti durian, alpukat, nangka, dan sukun.
Langkah ini menjadi simbol kolaborasi dan sinergi antar berbagai pihak dalam membangun masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Pada kegiatan ini pihaknya menggandeng sejumlah personel TNI dari Kodim 0615/Kuningan dan para pegiat lingkungan di Kabupaten Kuningan.
Founder eQuaNik Agri Nusantara, Pipin Aripin, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan yang ingin menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan.
“Melalui kampanye ekosistem yang berkelanjutan ini, kami berharap bisa memicu semangat generasi muda di Kabupaten Kuningan agar mulai memperhatikan dan menjaga ekologi di lingkungannya masing-masing. Jika semangat ini tertanam sejak sekarang, maka akan terbentuk kesadaran lingkungan yang tidak hanya berdampak hari ini, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi anak cucu kita kelak,” ungkap Pipin.


Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian Nusantara Melon Fest 2025, yang bukan hanya menghadirkan hiburan dan edukasi agrikultur, tetapi juga membawa pesan moral tentang pentingnya kelestarian alam.
Selain menanam pohon, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi singkat tentang manfaat ekologi dan diskusi ringan bersama warga sekitar. Diharapkan, langkah ini menjadi awal dari gerakan penghijauan yang terus berkembang ke wilayah lain di Kabupaten Kuningan.
“Menanam pohon adalah bentuk sederhana dari harapan. Harapan akan masa depan yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan,” sebut Pipin Aripin. (Nars)





























