KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tengah gencar menyusun dan melaksanakan perencanaan pembangunan jalan di Wilayah 5 Kabupaten Kuningan. Total 28 ruas jalan yang tersebar di delapan kecamatan akan mendapatkan penanganan tahun ini, dengan pendanaan yang bersumber dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
- Menyambut Tahun Baru Islam, Umat Islam Diimbau Perkuat Refleksi Lewat Doa Akhir dan Awal Tahun
- Masih Banyak Kendala Sistem Zonasi PMB di Jabar, Legislator Gerindra Minta Pendidikan Tidak Dijadikan Ajang Coba-Coba
- Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati: Program Sekolah Maung Bisa Sukses dengan Validitas Data Siswa
- Sentuhan Gotong Royong SPPG Bakom Sulap SDN 1 Sagarahiang Jadi Lebih Berwarna
- Ditanya Soal “Lobi” BPK demi Status WTP, Bupati Kuningan Kasih Jawaban Menohok
Wilayah 5 Kabupaten Kuningan yang menjadi fokus pembangunan meliputi Kecamatan Cilebak, Ciniru, Darma, Selajambe, Subang, Hantara, Nusaherang, dan Kadugede. Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, saat dikonfirmasi pada Rabu (23/7/2025) di ruang kerjanya, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas di wilayah selatan Kuningan.
“Pembangunan jalan ini krusial untuk memajukan perekonomian dan aksesibilitas warga di Wilayah 5. Kami memanfaatkan dana dari Opsen PKB agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah, khususnya yang seringkali menjadi jalur vital bagi masyarakat,” jelas Putu.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR, Teddy Sukmajayadi, menambahkan bahwa setiap penanganan ruas jalan dilakukan dengan perencanaan matang. “Setiap proyek pembangunan jalan kami dasarkan pada survei teknis yang mendalam, kajian kondisi eksisting, dan data geometri jalan. Hal ini penting agar penanganan yang dilakukan, baik itu rehabilitasi, rekonstruksi, peningkatan struktur, hingga pemeliharaan, benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” papar Teddy Sukmajayadi.
Dinas PUTR mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan merata ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan konektivitas antar wilayah di selatan Kuningan dapat semakin kokoh, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas warga. (NARS)














