KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tengah gencar menyusun dan melaksanakan perencanaan pembangunan jalan di Wilayah 5 Kabupaten Kuningan. Total 28 ruas jalan yang tersebar di delapan kecamatan akan mendapatkan penanganan tahun ini, dengan pendanaan yang bersumber dari Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
- Karya Bakti Kodim Kuningan: Sinergi TNI dan Warga Kebut Pembangunan Jalan Cimenga
- Comeback Gemilang di Lampung Persib Bandung Bungkam Bhayangkara FC 4-2 dan Rebut Kembali Puncak Klasemen
- Review Babak Pertama Persib vs Bhayangkara FC, Serangan Balik Mematikan The Guardian Bikin Maung Bandung Tertinggal 1-2
Wilayah 5 Kabupaten Kuningan yang menjadi fokus pembangunan meliputi Kecamatan Cilebak, Ciniru, Darma, Selajambe, Subang, Hantara, Nusaherang, dan Kadugede. Kepala Dinas PUTR Kabupaten Kuningan, Putu Bagiasna, saat dikonfirmasi pada Rabu (23/7/2025) di ruang kerjanya, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas di wilayah selatan Kuningan.
“Pembangunan jalan ini krusial untuk memajukan perekonomian dan aksesibilitas warga di Wilayah 5. Kami memanfaatkan dana dari Opsen PKB agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah, khususnya yang seringkali menjadi jalur vital bagi masyarakat,” jelas Putu.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR, Teddy Sukmajayadi, menambahkan bahwa setiap penanganan ruas jalan dilakukan dengan perencanaan matang. “Setiap proyek pembangunan jalan kami dasarkan pada survei teknis yang mendalam, kajian kondisi eksisting, dan data geometri jalan. Hal ini penting agar penanganan yang dilakukan, baik itu rehabilitasi, rekonstruksi, peningkatan struktur, hingga pemeliharaan, benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” papar Teddy Sukmajayadi.
Dinas PUTR mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan merata ini. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan konektivitas antar wilayah di selatan Kuningan dapat semakin kokoh, memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas warga. (NARS)

























