KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus melakukan terobosan untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui penerapan manajemen talenta, sebuah sistem yang bertujuan menempatkan ASN sesuai potensi dan kompetensi yang dimiliki agar mampu memberikan pelayanan publik yang optimal.
- Punya Potensi Puluhan Ribu Anggota, Pengurus IKA STEMGA Kuningan Resmi Dilantik di Pendopo
- Akui Fasilitas Sekolah Belum Merata, Bupati Kuningan Sampaikan Pesan Ini di Hardiknas 2026
- Akhirnya Terjawab, Kisruh Dana Taspen PPPK Guru Kuningan Telah Diselesaikan Disdikbud
- Mayday 2026: KSPSI Kuningan Desak Buruh Berani Lapor Praktik Upah di Bawah Standar
- Refleksi Milad Ke-94 Pemuda Muhammadiyah untuk indonesia jaya
Ketua LSM Frontal, Uha Juhana, menilai langkah yang dilakukan Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, merupakan inovasi penting dalam memperkuat birokrasi. Menurutnya, manajemen talenta menjadi kunci agar ASN benar-benar bekerja sesuai kapasitasnya.
“Dengan sistem ini, ASN yang punya kemampuan dan potensi tinggi bisa dikembangkan lebih terarah. Mereka tidak hanya sekadar menempati jabatan, tapi juga berkesempatan untuk meningkatkan kompetensi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujar Uha, Selasa (30/9/2025).
Uha menambahkan, penerapan manajemen talenta ASN akan berdampak langsung pada peningkatan kinerja organisasi pemerintahan. ASN yang ditempatkan pada posisi yang tepat diyakini dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya, sekaligus mengurangi risiko birokrasi lamban.
Lebih jauh, Uha menilai strategi ini juga memberi arah yang jelas bagi pengembangan karier ASN. Dengan adanya jalur karier, promosi, hingga rotasi yang terstruktur, para ASN di Kuningan akan semakin termotivasi untuk bekerja profesional.
“Yang tak kalah penting, program ini menyiapkan kader pemimpin masa depan. Jadi ketika terjadi pergantian kepemimpinan, keberlangsungan organisasi tetap terjaga. Ini sangat dibutuhkan demi keberlanjutan pembangunan,” tegasnya.
Ia berharap Pemkab Kuningan konsisten menjalankan kebijakan ini, termasuk memberikan ruang pelatihan, pendidikan, dan pengembangan diri bagi ASN. “Kalau dijalankan serius, ke depan kita bisa melihat ASN Kuningan yang lebih profesional, inovatif, dan dekat dengan masyarakat,” tutupnya. (Nars)
























