

KUNINGAN – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) secara resmi mengumumkan penutupan total Jalur Pendakian Linggajati. Penutupan ini berlaku efektif mulai 30 Oktober hingga 6 November 2025.
Kepala Balai TNGC, Toni Anwar, menyatakan kebijakan ini diambil untuk kepentingan evakuasi dan investigasi penemuan mayat tanpa identitas di jalur tersebut.
- Buka Konferprov PWI Jabar, Wali Kota Bandung Farhan Minta Jurnalis Dekonstruksi Kerja Jurnalistik di Era Digital
- Api Masih Berkobar di TPSA Ciniru Kuningan, Ancaman Overkapasitas 2027 Jadi Sorotan Utama
- Bupati Kuningan Minta Tindak Tegas Pelaku Jika Kebakaran TPSA Ciniru Terbukti Disengaja
- Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran Hebat di TPSA Ciniru Kuningan
- Sah! PWI Pusat Tetapkan Dua Kandidat Bertarung Rebut Kursi Ketua PWI Jabar 2026-2031
Toni menjelaskan, berdasarkan surat pengumuman resmi (Nomor PG. 43/7.53/TU/KSA/15/10/2005), penutupan ini bersifat mendesak. Langkah ini diambil setelah Tim Smart Patrol TNGC menemukan mayat tanpa identitas di kawasan puncak Jalur Pendakian Linggajati pada Rabu, 29 Oktober 2025, pukul 15.35 WIB.
“Seluruh aktivitas wisata pendakian pada Jalur Pendakian Linggajati ditutup mulai tanggal 30 Oktober sampai dengan 6 November 2025,” ujar Toni, Kamis (30/10/2025). “Jalur Pendakian Linggajati akan kembali dibuka pada tanggal 7 November 2025,” lanjutnya.
Pihak balai juga telah menginformasikan solusi bagi para pendaki yang telah melakukan pemesanan. Bagi pendaki yang sudah melakukan booking online untuk kegiatan pendakian tanggal 30 Oktober sampai dengan 6 November 2025, calon pendaki dapat melakukan konfirmasi kepada admin untuk penundaan waktu pendakian.
Pihak Balai TNGC menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan ini. “Kami mohon kesabaran dan kerja sama dari semua pihak,” tutup Toni. (Nars)



