KUNINGAN – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengonfirmasi update terbaru proses evakuasi mayat tanpa identitas di Puncak Gunung Ciremai. Tim evakuasi utama dilaporkan telah berhasil mencapai lokasi (TKP) pada Jumat (31/10/2025), sekitar pukul 10.09 WIB.
“Informasi terbaru, tim sudah tiba di TKP pukul 10.09 WIB. Saat ini, proses pembungkusan jenazah sedang dilakukan oleh tim,” ujar Indra Bayu dalam keterangannya saat dikonfirmasi Jumat (31/10) siang.
Indra memperkirakan tim akan segera memulai proses penurunan jenazah dari puncak. “Diperkirakan tim akan mulai bergerak turun dari TKP sekitar pukul 11.00 WIB,” jelasnya.
- Rakyat Gigit Jari, Di Tengah Gaung Efisiensi Anggaran, DPRD Kuningan Gelar Bimtek Miliaran Rupiah
- Seleksi Calon Kadis Hanya Diikuti 67 Pejabat Eselon III, Pengamat Soroti Sistem Data Manajemen Talenta BKPSDM Kuningan
- Diwarnai Kartu Merah, Persib Bandung Susah Payah Tahan Imbang Dewa United 2-2
- Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia
- Demo Warga Kalimanggis Kulon Berbuah Hasil, Kades Wahidi Dipastikan Tak Ngantor Lagi Mulai Besok
Proses evakuasi turun ini akan dilakukan secara estafet, di mana tim utama akan membawa jenazah ke titik-titik pos yang telah disiapkan di bawahnya.Indra Bayu menerangkan, tim evakuasi utama ini telah melanjutkan perjalanan sejak pagi buta.
“Pukul 06.29 WIB tadi, tim evakuasi telah melanjutkan perjalanan dari Batu Lingga menuju TKP,” terangnya.
Perjalanan tim sempat tertunda pada Kamis malam (30/10). “Pukul 21.00 WIB, tim evakuasi memutuskan beristirahat dan mendirikan kamp di Pos Batu Lingga,” kata Indra.
Ia menjelaskan, keputusan itu diambil karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan.Untuk mendukung metode estafet tersebut, puluhan personel gabungan telah disiagakan di berbagai pos pendakian. Operasi kemanusiaan ini melibatkan unsur Polri, TNI, Balai TNGC, BPBD, AKAR, VR, Relawan Kuningan, serta PPGC dari jalur Linggarjati, Linggasana, dan Palutungan.
”Personel telah siaga di berbagai titik, mulai dari Pos Pangasinan, Sanggabuana, Batu Lingga, Pos Bapa Tere, Pos Bingbing, hingga Cibunar dan Pos Kaula Kopi,” jelasnya.
Indra juga menyebutkan bahwa tim di lapangan masih membutuhkan dukungan untuk memperlancar proses evakuasi jenazah dari puncak. “Kebutuhan mendesak di lapangan adalah tambahan tim bantuan evakuasi untuk proses estafet dan tim untuk dukungan logistik (dorlog),” tandasnya. (Nars)

























