KUNINGAN – Teka-teki mengenai siapa yang akan menduduki kursi Direksi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Kuningan FM memasuki babak akhir. Di tengah isu bahwa hasil seleksi mungkin akan segera diumumkan—bahkan berpotensi hari ini—desakan agar Bupati Kuningan bertindak cermat dan jeli dalam menjatuhkan pilihan semakin menguat.
- Dari Balik Jeruji Besi, Warga Binaan Lapas Kuningan Sukses Panen Puluhan Kilogram Melon
- Kendala Pembangkit, PLN ULP Kuningan Berlakukan Pemadaman Terbatas Sore Ini
- Sabet 10 Medali, Uniku Keluar Sebagai Juara Umum Pencak Silat Ciremai Fest Jabar 2026
- Kadis PUTR Kuningan Targetkan 5 KM Awal Jalan Lingkar Timur Selatan Fungsional pada 2027
- Komisi V DPR RI Dorong Percepatan Proyek Jalan Lingkar Timur Selatan Kuningan Melalui Dua Skema Anggaran
Masukan konstruktif datang dari kalangan masyarakat sipil. Tokoh Pemuda sekaligus Aktivis Masyarakat Kuningan, Bambang Hari Murti, menegaskan bahwa keputusan Bupati kali ini akan mempertaruhkan wajah media publik Kuningan lima tahun ke depan.
Dalam pandangannya, LPPL Kuningan FM sedang berada di persimpangan jalan; antara tetap stagnan atau bertransformasi mengikuti zaman. Oleh karena itu, Bambang secara terbuka menyuarakan dukungannya kepada salah satu kandidat, Andini Rahmawati, yang dinilai merepresentasikan “energi baru”.
”Momentum pengumuman ini krusial. Kami berharap Bupati jeli melihat kompetensi. Kuningan FM butuh figur yang paham betul dinamika media di era digital, bukan sekadar mengisi jabatan,” tegas Bambang, Jumat (12/12/2025).
Bambang menilai sosok Andin (sapaan Andini Rahmawati) memiliki visi yang selaras dengan kebutuhan zaman. Ia menyoroti pentingnya LPPL keluar dari zona nyaman. Menurutnya, radio milik pemerintah daerah tidak boleh lagi terjebak hanya pada rutinitas peliputan seremonial pejabat semata, melainkan harus mampu menjadi corong isu kritis masyarakat yang relevan bagi Generasi Z dan Milenial.
”Dukungan kami ke Saudari Andin ini murni berbasis kapasitas. Kami melihat ada tawaran inovasi di sana. LPPL harus jadi inkubator talenta muda dan menyuarakan potensi lokal dengan cara modern, bukan kaku,” imbuhnya.
Suara dari kalangan aktivis ini menjadi sinyal bahwa proses seleksi Direksi LPPL bukan hanya urusan birokrasi di lingkup Pemkab Kuningan, melainkan juga menjadi sorotan publik. Masyarakat menanti keberanian Bupati untuk menunjuk figur profesional yang mampu membawa independensi dan kemajuan nyata bagi Kuningan FM. (Nars)














