
KUNINGAN – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Kuningan kembali membuka ruang dialog publik melalui program rutin “Hari Aspirasi”, Sabtu (17/1/2026).
Forum ini dimanfaatkan secara maksimal oleh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menyampaikan gagasan strategis pembangunan daerah.
- Bermalam Beralaskan Abu, Tim Terakhir Relawan MPA Masih Mencari Sisa Titik Api
- Bikin Warga Makin Nyaman, KUA Darma Bersolek Total, Ini Penampakannya Pasca Renovasi
- Pelajar SMPN 2 Kuningan Dibekali Literasi Digital Lewat Program JURAGAN PWI Kuningan
- Siap-siap Tilang! Operasi Patuh Lodaya 2026 di Kuningan Incar Pemotor Knalpot Brong hingga Pengendara Lawan Arus
- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar Temui Massa Pro-Kontra MBG, Ini yang Disampaikan
Dalam pertemuan yang dihadiri formasi lengkap anggota Fraksi PKS tersebut, isu kemandirian ekonomi pemuda menjadi topik dominan. Salah satu poin krusial yang mencuat adalah usulan pembentukan dan penguatan regulasi bagi Badan Usaha Milik Remaja (BUMR) di tingkat desa, serta pergeseran fokus pelatihan kerja ke sektor ekonomi kreatif berbasis digital.
Ketua Fraksi PKS, Saipuddin, S.Si., menegaskan komitmen partainya untuk merespons dinamika zaman yang disuarakan oleh konstituen muda tersebut.
“Aspirasi ini sangat konstruktif. Kami mencatat urgensi pendampingan BUMR dan pelatihan skill digital. Ini sejalan dengan visi kami menjadikan pemuda sebagai aset vital daerah,” tutur Saipuddin.
Hadir dalam forum tersebut jajaran legislator PKS, antara lain Wakil Ketua DPRD H. Dwi Basyuni Natsir, Lc., Wakil Ketua Fraksi Yaya, S.E., Bendahara Wawan Romliansah, S.Pd.I., Sekretaris Hj. Siti Mahmudah, M.Pd., serta anggota fraksi Hj. Kokom Komariyah dan H. Jajang Jana, S.H.I.

Melalui forum ini, PKS berharap dapat merumuskan kebijakan yang tidak hanya bersifat populis, namun juga berdampak jangka panjang bagi ekosistem kewirausahaan pemuda di Kabupaten Kuningan. (Nars)
