THAILAND – Prestasi gemilang kembali ditorehkan putra-putri terbaik Kabupaten Kuningan di kancah internasional. Pada ajang ASEAN Para Games (APG) 2025 di Thailand, Ahad (25/1/2026), atlet asal Kota Kuda sukses memborong medali emas dari cabang olahraga (cabor) para bulu tangkis dan para atletik.
Dheva Anrimusthi menjadi bintang lapangan dengan menggondol dua medali emas sekaligus. Turun di nomor Tunggal Putra SU5, Dheva sukses menumbangkan rival beratnya asal Malaysia, Cheah Liek Hou.
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
- Lawan Fluktuasi Harga Pasar, Emak-Emak Kuningan Sulap Pekarangan Jadi ‘Supermarket’ Hidup
Dalam laga berdurasi 47 menit tersebut, Dheva menang dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-15.Dominasi Dheva berlanjut di nomor Ganda Putra. Berpasangan dengan Hafizh Briliansyah, ia kembali mempecundangi pasangan Malaysia, Cheah Liek Hou dan Faris Azri, untuk mengamankan emas keduanya.
Tak hanya di lapangan bulu tangkis, lagu Indonesia Raya juga berkumandang di lintasan atletik berkat perjuangan Insan Nurhaida. Atlet kebanggaan Kuningan ini menyabet emas di nomor Lari 400 meter putri klasifikasi T36 setelah finish tercepat mengalahkan pelari tuan rumah Thailand.
Menanggapi “panen emas” ini, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Kuningan, Wibawa Gumbira, tak dapat menyembunyikan rasa bangganya.
Menurutnya, keberhasilan Dheva dan Insan melengkapi perolehan emas sebelumnya yang diraih lifter Hilman di kelas 54kg putra.
“Ini adalah bukti nyata bahwa atlet disabilitas dari daerah (Kuningan) mampu bersaing dan menjadi tulang punggung tim nasional. Setelah kemarin Hilman emas di angkat berat, hari ini Dheva dua emas dan Insan satu emas. Total empat emas dari atlet Kuningan untuk Indonesia,” ujar Wibawa Gumbira, Ahad (25/1).
Kang Gugum menambahkan, capaian ini menjadi motivasi bagi NPCI Kuningan untuk terus meningkatkan pembinaan.
”Kemenangan mereka bukan instan, tapi buah dari disiplin tinggi. Kami berharap prestasi ini membuka mata semua pihak untuk terus mendukung pembinaan atlet disabilitas di daerah,” ujarnya. (Nars)

























