KUNINGAN – Siapa sangka sisa makanan dan sampah dapur yang biasanya berujung membusuk di tempat pembuangan, kini justru disulap menjadi ‘tambang emas’ baru oleh kalangan ibu rumah tangga di Kabupaten Kuningan.
Lewat gebrakan program Klasterisasi Budidaya Maggot, sebanyak 30 emak-emak yang tergabung sebagai nasabah PNM Mekaar Unit Jalaksana kini membuktikan bahwa limbah organik bisa disulap menjadi pundi-pundi rupiah yang menjanjikan.
- Kebakaran Kandang Ayam di Nusaherang, Kerugian Ditaksir Rp120 Juta
- Prakiraan BMKG Meleset? Ini Penyebab Kemarau Kuningan 2026 Tertunda dan Jadwal Terbarunya
- Tingkatkan Taraf Ekonomi Desa, Wabup Kuningan Dorong Inovasi Olahan Buah Kesemek di Gunung Sirah
- Sensasi Bersantap Romantis di Bawah Gemerlap “City Light”, The Icon Kuningan Rilis Paket “Love in the Sky Dining”
- PNM Tanam 29.000 Pohon, Perluas Pemberdayaan dari Sandang hingga Lingkungan
Ubah Mindset: Dari Bau Menjadi Uang
Langkah inovatif ini jelas bukan sekadar ajang bersih-bersih lingkungan desa. Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Erwin Syafriadi, membeberkan bahwa pelatihan budidaya maggot jenis Black Soldier Fly (BSF) ini memang dirancang dengan pendekatan klaster bisnis. Tujuannya tajam yakni mencetak kemandirian ekonomi bagi perempuan prasejahtera.
“Limbah organik rumah tangga itu kita manfaatkan sebagai media budidayanya. Hasil panennya nanti berupa maggot dan kasgot (bekas maggot). Dua-duanya punya nilai jual tinggi di pasaran, maggot untuk pakan ternak kaya protein, dan kasgotnya untuk pupuk organik,” beber Erwin.
Menariknya, pembinaan ini tidak setengah hati. Selama tiga bulan penuh, para peserta mendapat pendampingan intensif dari kalangan akademisi Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Mereka tak cuma diajari cara beternak lalat tentara hitam ini, tapi juga digembleng ilmu manajemen usaha sederhana hingga trik jitu memasarkan produk agar dilirik pembeli.
Alhasil, pola pikir peserta berubah drastis. Sampah yang dulunya dianggap menjijikkan dan sekadar jadi beban rumah tangga, sekarang malah dicari untuk diputar menjadi cuan tambahan penopang ekonomi keluarga.
Solusi Cerdas di Tengah Darurat Sampah Nasional
Apa yang dilakukan emak-emak di Jalaksana ini faktanya menjadi jawaban atas persoalan klasik tata kelola lingkungan hidup.













