

Merujuk pada data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2025, timbulan sampah di Indonesia menembus angka ngeri: 24,94 juta ton per tahun yang tersebar di 246 kabupaten/kota.
Ironisnya, porsi terbesar dari gunungan sampah tersebut adalah limbah organik yang selama ini dibiarkan membusuk tanpa pengelolaan maksimal.
Menurut Erwin, penguatan ekonomi perempuan adalah kunci pertahanan keluarga. Ia berharap kolaborasi apik antara lembaga pembiayaan, pihak kampus, dan masyarakat ini bisa melahirkan ekosistem ekonomi sirkular yang sehat di Kuningan.
“Lewat klaster maggot ini, kami ingin membuktikan bahwa usaha pro-lingkungan itu sangat bisa produktif secara ekonomi. Sampah yang dulunya jadi beban, justru diretas jadi sumber pendapatan baru. Semoga ini bisa jadi role model nyata pemberdayaan masyarakat yang berdaya guna,” tandas Erwin. (Nars)



