MAJALENGKA, – Guna mendukung program tiga juta rumah yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) berkolaborasi dengan Bank BJB menggelar sosialisasi dan edukasi pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di Kabupaten Majalengka.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Abdi Yudha Karya Pemkab Majalengka, Kamis (3/7), ini diikuti ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta. Program ini secara khusus menyasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki rumah pertama yang layak huni dengan skema pembiayaan ringan dan terjangkau.
- Setahun Memimpin di Tengah Fiskal Terseok, Duet Dian-Tuti Sukses Bikin Ekonomi Kuningan Melesat Tertinggi se-Pulau Jawa
- Tahun Baru Imlek 2026, The Icon dan Embun Sang’ga Langit Hadirkan Atraksi Barongsai dan Diskon Kamar dan Kuliner – Jangan Lewatkan!
- Musim Hujan, Warga Cikondang “Menabung Air” Lewat Revitalisasi Blok Cirangkong
- Pererat Silaturahmi Jelang Ramadan, Koramil 1501 Kuningan Gelar Munggahan Bersama Anggota DPRD
- Ironi Kemegahan Waduk Darma: Wisata Mendunia, Masih Ada Desa “Miskin Ekstrem”
Berdi Dwiyanto, Asisten Manajer Pemasaran Pembiayaan Program BP Tapera, menjelaskan bahwa KPR FLPP dirancang agar MBR dapat memiliki rumah impian mereka. “Skema bunganya tetap 5 persen selama tenor 20 tahun, DP (Down Payment) hanya 1 persen, dan cicilan mulai dari Rp1 jutaan,” kata Berdi, yang menjadi salah satu narasumber utama dalam acara tersebut.
Berdi juga mengungkapkan bahwa BP Tapera telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank BJB untuk menyalurkan 10 ribu unit rumah FLPP di seluruh Jawa Barat. “Dari jumlah tersebut, sekitar 1.000 unit ditargetkan untuk Kabupaten Majalengka,” tambahnya, seraya menjelaskan bahwa sosialisasi serupa terus dilakukan di berbagai kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.

Program KPR FLPP ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang belum memiliki rumah, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta memiliki penghasilan maksimal Rp8,5 juta untuk lajang atau Rp10 juta untuk yang sudah menikah.
Calon penerima juga wajib lolos analisis kelayakan kredit dari bank penyalur. Proses pendaftaran dimudahkan melalui aplikasi SiKasep yang tersedia di Google Play Store, dan masyarakat dapat memeriksa ketersediaan rumah melalui situs www.sikumbang.tapera.go.id.
Di sisi Bank BJB, Feti Febriyanti, Manager Relasi dan Pemasaran Bisnis Divisi KPR & KKB, menjelaskan bahwa harga rumah FLPP di wilayah Majalengka saat ini dimulai dari angka Rp166 juta. “Program ini sangat cocok bagi ASN muda dan masyarakat yang belum memiliki rumah. Jangan ditunda karena harga rumah akan terus naik, lokasi makin jauh dari pusat kota, dan luas tanah makin kecil,” tegas Feti, mendorong masyarakat untuk segera memanfaatkan kesempatan ini.
Bank BJB telah menggandeng beberapa pengembang lokal untuk mendukung program ini, di antaranya Alam Asri Majalengka di Desa Karayunan, Kecamatan Cigasong; Kota Impian Cijati di Desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran; dan Bumi Ligung Indah di Desa Buntu, Kecamatan Ligung. “Kami harapkan lebih banyak masyarakat yang memanfaatkan program ini karena kemudahan pembiayaannya serta dukungan pemerintah pusat,” imbuhnya.
Mewakili Bupati Majalengka H. Eman Suherman, Plt Kepala BKPSDM Majalengka, H. Gatot Sulaeman, dalam sambutannya melalui zoom meeting menyatakan dukungan penuh Pemkab Majalengka terhadap program FLPP ini. Gatot menilai program ini sebagai bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Daripada terus menyewa rumah atau kos, lebih baik memiliki rumah sendiri dengan mencicil. Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh ASN, terutama yang masih muda,” ujar Gatot.
Ia juga mengimbau peserta sosialisasi untuk aktif mencari informasi dan segera mengajukan permohonan KPR FLPP sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendapatkan informasi yang utuh. (Nars/rls)


