
KUNINGAN — Universitas Kuningan (Uniku) selangkah lebih dekat dalam merealisasikan ambisinya menjadi kampus berwawasan global di wilayah Ciayumajakuning. Komitmen ini dipertegas lewat kesepakatan kolaborasi internasional bersama International Cultural Communication Centre Malaysia (ICCCM) Kuala Lumpur, Selasa (9/6/2026).
Kerja sama strategis ini dirancang untuk membuka keran mobilitas bagi mahasiswa dan dosen Uniku ke kancah Asia Tenggara.
- Berpacu dengan Waktu dan Risiko di Dalam Sumur, Petugas Damkar Selamatkan Anak Kerbau
- Bupati Kuningan Ungkap Langkah Cepat Penanganan Bencana Puting Beliung dan Mitigasi Musim Hujan
- Solusi Baru Bagi Perantau, Bhisa Shuttle Resmikan Outlet Baru yang Lebih Nyaman
- Respons Cepat Bencana Maleber, Tim Gabungan BPBD, TNI-Polri, dan PLN Evakuasi Warga serta Buka Akses Jalan
- Terjang 5 Desa di Maleber, Angin Puting Beliung Rusakkan 80 Rumah Warga Kuningan
Digelar secara virtual melalui teleconference, penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) ini menjadi tonggak penting bagi Uniku untuk mengikis sekat geografis demi meningkatkan mutu pendidikan, riset, hingga pengabdian masyarakat di tingkat regional.
Rektor Universitas Kuningan, Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menjelaskan, kemitraan lintas negara ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Sebaliknya, Uniku membidik sejumlah program konkret yang bisa langsung diakses oleh civitas akademika dalam waktu dekat.
“Kami tidak ingin kolaborasi ini pasif. Target utamanya adalah melahirkan program mobilitas mahasiswa (student mobility), keikutsertaan dalam konferensi ilmiah berskala internasional, hingga kolaborasi pengabdian masyarakat lintas negara,” ujar Anna usai seremonial penandatanganan.
Langkah taktis Uniku ini pun langsung direspons positif oleh perwakilan Malaysia. Kepala Regional ASEAN ICCCM, Miss Ann, menyebut Uniku memiliki visi internasionalisasi yang sangat kuat untuk ukuran universitas di daerah. Pihaknya berharap kemitraan ini dapat menjadi batu loncatan untuk memperluas jaringan ICCCM dan International Technology and Education Association (ITEA) di Indonesia.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor III Uniku, Prof. Dr. Agus Yadi Ismail, S.Hut., M.Si., mengingatkan jajarannya agar segera menindaklanjuti kesepakatan ini menjadi agenda aksi. Menurutnya, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (FHL), Fakultas Ilmu Komputer (FKOM), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) akan menjadi garda depan yang mengawali implementasi kerja sama ini.
“Fokus kita setelah ini adalah eksekusi. Dosen dan mahasiswa harus mulai bersiap mengambil bagian dari program kerja sama dengan Malaysia ini,” kata Agus.
Dengan resminya kemitraan ini, mahasiswa Uniku kini memiliki jalur formal yang lebih luas untuk merasakan atmosfer akademik internasional, sekaligus membuktikan bahwa kualitas pendidikan tinggi di daerah mampu bersaing di level ASEAN. (Nars)
