KUNINGAN – Upaya regenerasi penjaga kelestarian alam terus digelorakan oleh komunitas pelajar di Kabupaten Kuningan. Klub Pecinta Alam (KPA) Candradimuka SMA Negeri 3 Kuningan sukses mengukuhkan 10 anggota baru angkatan ke-31 usai menjalani pendidikan intensif di kawasan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) yang berlangsung selama lima hari penuh ini bukan sekadar ajang uji fisik, melainkan kawah candradimuka untuk mencetak kader lingkungan yang militan.
- Bidik Pasar Global, Kuningan Siapkan Diri Jadi Pemain Kopi Kualitas Dunia
- Demo Warga Kalimanggis Kulon Berbuah Hasil, Kades Wahidi Dipastikan Tak Ngantor Lagi Mulai Besok
- Limpasan Sampah Eceng Gondok Waduk Darma Cemari Sungai Cisanggarung, Warga Kadugede Protes
- Jelang Hari Kartini, Legislator Perempuan PKS Ungkap Makna Rahim di Balik Kekuatan Perempuan
- Incar Tiket Nasional, Ratusan Pelajar Bersaing Jadi Bibit Unggul Pencak Silat Kuningan
Sebanyak 10 siswa terpilih, terdiri dari 8 perempuan dan 2 laki-laki, resmi dibaiat sebagai generasi penerus yang siap mengemban misi “penjaga hutan”.
Ketua Umum Candradimuka periode 2024-2025, Yazid, menegaskan bahwa orientasi pendidikan tahun ini menitikberatkan pada kesadaran ekologis.
“Harapannya, mereka tidak hanya mahir dalam kegiatan alam terbuka atau adventure semata, tapi juga menjadi agen perubahan yang peduli dan aktif menjaga kelestarian alam serta isinya,” ujar Yazid usai penutupan kegiatan.
Selama berada di rimba Ciremai, para peserta menerima kurikulum komprehensif. Materi teknis seperti navigasi darat, mountaineering, teknik tali-temali, dan survival dipadukan dengan materi wawasan lingkungan seperti botani dan zoologi praktis.
Tak hanya berkutat pada teori, para siswa langsung diterjunkan dalam aksi nyata konservasi. Mereka melakukan operasi bersih sampah (OPSIH) di sepanjang jalur pendakian dan area berkemah, serta melakukan penanaman pohon sebagai upaya reboisasi kawasan penyangga TNGC.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain menguji mental dan fisik, kami diajarkan leadership dan kerja sama tim untuk lebih menghargai keindahan alam dengan cara merawatnya, bukan merusaknya,” ungkap salah satu peserta Diklatsar.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para alumni yang kini telah berkecimpung sebagai pegiat alam profesional. Salah satu perintis Candradimuka, Yayat “Cuyat”, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat para tunas baru pecinta alam ini.
”Mereka lahir dari kawah Candradimuka, siap menjaga alam dengan jiwa yang tangguh dan cinta yang mendalam,” tegas Yayat penuh semangat.
Menutup kegiatan, Yazid berharap 10 kader baru ini mampu menjadi teladan bagi masyarakat luas dalam perilaku ramah lingkungan. Diterangkan Yazid, Candradimuka berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya tangguh mendaki puncak, tetapi juga teguh menjaga bumi tetap lestari. (Nars)
























