KUNINGAN – Aksi solidaritas kemanusiaan terus digelorakan oleh komunitas seni di Kabupaten Kuningan. Memasuki hari ketiga penggalangan dana, Rabu (24/12/2025), puluhan seniman dan seniwati di wilayah Kuningan Selatan—mulai dari talenta muda hingga seniman senior—kompak turun ke jalan demi membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
Koordinator Wilayah, Dian Basudiman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi para pegiat seni yang tak kenal lelah berkarya sambil beramal. Menurutnya, keberhasilan acara ini tidak lepas dari kolaborasi apik antara panitia donasi dan relawan seniman di lapangan.
“Seni adalah bahasa pemersatu, tidak hanya antar bangsa, tapi juga perekat persaudaraan antar seniman dan komunitas seni. Tanpa kehadiran relawan seniman dan seniwati, acara ini tidak mungkin bisa berjalan lancar,” ujar Dian di sela-sela kegiatan.
Kegiatan amal yang dipusatkan di wilayah Desa Kadugede ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Dian mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kadugede yang telah memberikan izin tempat, serta para donatur yang memfasilitasi alat sound system dan tenda secara cuma-cuma untuk menunjang penampilan para seniman.
Dian juga menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat. Sebagai koordinator, ia menjamin transparansi penuh kepada bendahara pusat terkait hasil perolehan donasi.
“Transparansi itu harga mati. Saya selaku koordinator sangat terbuka kepada bendahara pusat agar tidak muncul ‘buah bibir’ atau prasangka yang tidak baik terkait masalah pendapatan dana. Niat kita ibadah, jadi pengelolaannya pun harus amanah,” tegasnya.
Lebih jauh, Dian berharap momentum ini tidak berhenti pada donasi bencana luar daerah saja. Ia menyarankan agar semangat gotong royong ini terus dijaga untuk membantu sesama seniman di internal Kabupaten Kuningan yang sedang tertimpa musibah di kemudian hari.
“Saya menyarankan agar solidaritas ini tidak hanya untuk Sumatera dan Aceh saja. Ke depan, dikala ada sahabat seniman kita yang kena musibah, kita juga harus siap membantu. Jaga terus persatuan dan kesatuan komunitas seni se-Kabupaten Kuningan,” imbaunya.
Menutup keterangannya, Dian mengutip sebuah pepatah bijak atau saur sepuh sebagai pengingat bagi seluruh rekan juangnya.”Dalam sebuah organisasi, kekompakan itu mutlak. Semoga ikhtiar kita hari ini diganjar pahala dan kesehatan oleh Allah SWT. Seniman Kuningan, jaya selalu!” kata Dian. (Nars)










