KUNINGAN – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (23/12/2025) sore hingga malam, memicu bencana permukiman. Sebuah rumah milik pasangan suami istri lanjut usia (lansia) di Kampung Sukasari, Desa Sukamaju, ambruk akibat pergerakan tanah pada pondasi bangunan.
- Gelar Hari Aspirasi, Fraksi PKS DPRD Kuningan Siap Kawal Regulasi BUMR dan Ekonomi Digital
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
Kepala Desa Sukamaju, Risto Saputra, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, peristiwa nahas itu menimpa rumah milik Bapak Suha (75) dan Ibu Ruki (67) di RT 003 RW 002. Bangunan rumah tidak kuat menahan beban setelah diguyur hujan lebat selama kurang lebih empat jam.
“Kejadiannya pada Selasa malam sekitar pukul 21.30 WIB. Alhamdulillah, meski kerusakannya cukup parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pak Suha dan Ibu Ruki selamat,” ujar Risto Saputra dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Risto menuturkan, bencana bermula saat hujan lebat turun sejak pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB. Tingginya curah hujan menyebabkan tanah di sekitar lokasi menjadi labil, sehingga terjadi pergeseran pada pondasi rumah.
“Pergeseran pondasi itu menarik dinding bagian belakang sebelah timur hingga akhirnya ambruk. Kerugian material akibat kejadian ini kami taksir mencapai Rp 20 juta,” jelasnya.
Selain menghancurkan tempat tinggal korban, Risto menambahkan bahwa kondisi ini juga membahayakan lingkungan sekitar. Struktur bangunan yang rusak kini mengancam satu rumah warga lainnya yang berada tepat di sebelah barat, yakni milik Udin (38) yang dihuni oleh tiga jiwa.
Pasca kejadian, Pemerintah Desa Sukamaju bersama warga setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Pada Rabu pagi, aparat desa dan masyarakat bergotong royong membersihkan puing-puing material longsoran.
“Langkah pertama, korban yakni Pak Suha dan Ibu Ruki sudah kami ungsikan ke rumah anaknya demi keamanan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kuningan, unsur Forkopimcam Cibingbin dan Satpol PP untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Risto. (Nars)










