

KUNINGAN – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, mendorong percepatan pendirian Koperasi Merah Putih di seluruh desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional yang direncanakan akan diluncurkan langsung oleh Presiden RI pada Juli 2025 mendatang.
- Ketimpangan Literasi versus Inklusi Keuangan Picu 40 Aduan Setiap Hari, OJK Cirebon Wanti-Wanti Bahaya Penyalahgunaan KTP
- Sambut HUT ke-62 Partai Golkar, Sejumlah Kader Gelar Ziarah, Ini Daftar Lokasi Makam yang Dikunjungi
- Antisipasi Peredaran Narkoba, Tim Gabungan Sasar Kos-kosan dan Hotel di Kuningan
- Polisi Ungkap Pembunuhan di Gunung Ciremai Kuningan, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
- Hari Ini, Sejumlah Desa di Kuningan Timur Dapat Giliran Pemadaman Listrik
“Presiden meminta 80 ribu Koperasi Merah Putih segera dibentuk. Saya sudah minta Kuningan dipercepat karena pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi, program ini akan dilaunching oleh Bapak Presiden,” ujar Ahmad Riza saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-41 Desa Jatimulya, Rabu (23/4/2025).
Ia mengingatkan pentingnya kesiapan setiap desa, mulai dari struktur organisasi, kepengurusan, keanggotaan, hingga model usaha yang akan dijalankan oleh koperasi tersebut.
Ahmad Riza menjelaskan, Koperasi Merah Putih nantinya tidak hanya menjadi wadah ekonomi desa, tetapi juga akan dilengkapi dengan fasilitas layanan publik seperti klinik, apotek, lumbung pangan, logistik, hingga gerai koperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara cepat dan merata.
“Presiden ingin masyarakat desa mendapatkan layanan yang cepat, lengkap, dan terjangkau,” tuturnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tetap dipertahankan. Bahkan, ke depan akan dikolaborasikan dengan Koperasi Merah Putih agar pengelolaan ekonomi desa lebih terpadu dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Mudah-mudahan Desa Jatimulya dan desa-desa lainnya di Kuningan bisa mengidentifikasi serta mengembangkan potensi lokal agar masyarakat desa semakin berdaya dan mandiri,” pungkasnya. (Nars)



