KUNINGAN – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT), Ahmad Riza Patria, mendorong percepatan pendirian Koperasi Merah Putih di seluruh desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Langkah ini merupakan bagian dari program nasional yang direncanakan akan diluncurkan langsung oleh Presiden RI pada Juli 2025 mendatang.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
“Presiden meminta 80 ribu Koperasi Merah Putih segera dibentuk. Saya sudah minta Kuningan dipercepat karena pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi, program ini akan dilaunching oleh Bapak Presiden,” ujar Ahmad Riza saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-41 Desa Jatimulya, Rabu (23/4/2025).
Ia mengingatkan pentingnya kesiapan setiap desa, mulai dari struktur organisasi, kepengurusan, keanggotaan, hingga model usaha yang akan dijalankan oleh koperasi tersebut.
Ahmad Riza menjelaskan, Koperasi Merah Putih nantinya tidak hanya menjadi wadah ekonomi desa, tetapi juga akan dilengkapi dengan fasilitas layanan publik seperti klinik, apotek, lumbung pangan, logistik, hingga gerai koperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara cepat dan merata.
“Presiden ingin masyarakat desa mendapatkan layanan yang cepat, lengkap, dan terjangkau,” tuturnya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tetap dipertahankan. Bahkan, ke depan akan dikolaborasikan dengan Koperasi Merah Putih agar pengelolaan ekonomi desa lebih terpadu dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
“Mudah-mudahan Desa Jatimulya dan desa-desa lainnya di Kuningan bisa mengidentifikasi serta mengembangkan potensi lokal agar masyarakat desa semakin berdaya dan mandiri,” pungkasnya. (Nars)
























