KUNINGAN – Warga di Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, diresahkan oleh peredaran video penampakan seekor macan tutul berwarna hitam di media sosial. Video ini dikaitkan dengan dugaan warga bahwa hewan buas tersebut adalah predator yang memangsa puluhan kambing di wilayah mereka selama beberapa bulan terakhir.
Video berdurasi 39 detik yang beredar pada Kamis (7/8/2026) sore ini, memperlihatkan seekor macan tutul berjalan santai di area terasering ladang milik warga.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Penampakan ini dikaitkan dengan kasus kematian lebih dari 20 ekor kambing di dua desa, yakni Desa Tundagan dan Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, yang mati dengan luka terkaman. Jejak kaki hewan buas juga ditemukan di sekitar kandang ternak.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, A Taufik Rohman, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian beberapa waktu lalu.
Namun, ia menyebut bahwa hingga saat ini belum ada laporan dari warga yang melihat secara langsung saat kambing-kambing tersebut dimangsa. Kematian kambing-kambing itu baru diketahui oleh para peternak pada pagi hari.
” Diskanak Kuningan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat wilayah Cirebon untuk mencari solusi. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengusir macan tutul, antara lain dengan meletakkan kotoran singa di area yang diduga menjadi wilayah jelajah predator tersebut,” terang Taufik.
Selain itu, warga juga diimbau untuk membunyikan kentongan pada waktu-waktu tertentu agar hewan buas itu menjauh. Secara bertahap, Diskanak Kuningan juga membantu pemasangan pagar kawat berduri untuk membatasi ruang gerak macan tutul tersebut agar tidak kembali memangsa hewan ternak milik warga.
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak terkait yang menjelaskan tentang beredarnya video penampakan seekor macan tutul hitam ini. (Nars)
























