KUNINGAN – Warga di Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, diresahkan oleh peredaran video penampakan seekor macan tutul berwarna hitam di media sosial. Video ini dikaitkan dengan dugaan warga bahwa hewan buas tersebut adalah predator yang memangsa puluhan kambing di wilayah mereka selama beberapa bulan terakhir.
Video berdurasi 39 detik yang beredar pada Kamis (7/8/2026) sore ini, memperlihatkan seekor macan tutul berjalan santai di area terasering ladang milik warga.
- Kunci Ketinggalan, 50 Menit Damkar Kuningan Berjibaku Buka Pintu Mobil Warga
- Bukan Sekadar Tempat Healing, Desa EKI Situ Cipanten Bakal Bikin Warga Makin Cuan!
- Cegah Longsor dan Banjir, Istri Prajurit ‘Serbu’ Kebun Raya Kuningan untuk Investasi Ekologis
- Tiket Asian Para Games 2026 Aman, Lifter Hilman Buka Jalan ke Nagoya Jepang
- Lawan Fluktuasi Harga Pasar, Emak-Emak Kuningan Sulap Pekarangan Jadi ‘Supermarket’ Hidup
Penampakan ini dikaitkan dengan kasus kematian lebih dari 20 ekor kambing di dua desa, yakni Desa Tundagan dan Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, yang mati dengan luka terkaman. Jejak kaki hewan buas juga ditemukan di sekitar kandang ternak.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, A Taufik Rohman, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi kejadian beberapa waktu lalu.
Namun, ia menyebut bahwa hingga saat ini belum ada laporan dari warga yang melihat secara langsung saat kambing-kambing tersebut dimangsa. Kematian kambing-kambing itu baru diketahui oleh para peternak pada pagi hari.
” Diskanak Kuningan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat wilayah Cirebon untuk mencari solusi. Sejumlah upaya telah dilakukan untuk mengusir macan tutul, antara lain dengan meletakkan kotoran singa di area yang diduga menjadi wilayah jelajah predator tersebut,” terang Taufik.
Selain itu, warga juga diimbau untuk membunyikan kentongan pada waktu-waktu tertentu agar hewan buas itu menjauh. Secara bertahap, Diskanak Kuningan juga membantu pemasangan pagar kawat berduri untuk membatasi ruang gerak macan tutul tersebut agar tidak kembali memangsa hewan ternak milik warga.
Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak terkait yang menjelaskan tentang beredarnya video penampakan seekor macan tutul hitam ini. (Nars)

























