KUNINGAN – Arus lalu lintas yang mengarah ke kawasan objek wisata Palutungan di Kabupaten Kuningan dilaporkan mengalami peningkatan kepadatan pada hari kedua libur Lebaran, Ahad (22/3/2026). Menyikapi situasi tersebut, warga sekitar mulai mengarahkan para wisatawan agar tidak menggunakan akses masuk melalui jalur Desa Cileuleuy guna menghindari antrean kendaraan yang lebih panjang.
- Progres Penyelesaian TGR Disdikbud Kuningan, Elon: Rp1,07 Miliar Uang Negara Sudah Dikembalikan
- Berbeda dengan Komisi IV, Rana Suparman Blak-blakan Benarkan Ada Dua Versi Angka LHP BPK
- Viral Kecelakaan Kuningan Hari Ini: Mobil Terbalik di Karangkancana, Mantan Camat Jadi Korban
- Kenang Jasa Guru dan Orangtua, Demonstran HMI Kuningan Tak Kuat Tahan Air Mata, Sebut Anggaran Pendidikan Selalu Jadi Bancakan
- Ditanya Transparansi Pengawasan Temuan BPK di Disdikbud, Ini Jawaban Wakil Ketua DPRD Kuningan Ujang Kosasih
Kepadatan arus mulai terasa dari ruas jalan Desa Cileuleuy, melintasi Desa Puncak, hingga ke wilayah Desa Cisantana. Volume kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, terus bertambah seiring dengan tingginya antusiasme masyarakat untuk berlibur pada hari Ahad ini.
Kepadatan lalu lintas ini juga dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan yang bergerak turun meninggalkan kawasan Palutungan. Pertemuan dua arus kendaraan di jalur desa yang memiliki lebar terbatas tersebut akhirnya membuat pergerakan lalu lintas merayap lambat.
Merespons antrean kendaraan di lapangan, sejumlah warga setempat berinisiatif turun ke jalan untuk membantu menertibkan arus lalu lintas. Asep, salah seorang warga Desa Puncak yang ikut mengatur jalan, menuturkan bahwa masyarakat berupaya membantu mengurai kemacetan.
Ia menjelaskan bahwa warga memberlakukan sistem bergantian secara manual agar kendaraan dari kedua arah dapat melintas dengan aman tanpa saling mengunci laju satu sama lain.
Asep turut menyampaikan bahwa masih banyak pengemudi yang tetap melewati jalur Cileuleuy menuju Cisantana meskipun sudah ada imbauan.
Ia memaparkan bahwa masyarakat setempat sebenarnya sudah memasang rambu peringatan di area pertigaan Cileuleuy menuju Sukamulya, yang meminta agar kendaraan wisatawan tidak melintasi rute tersebut.
Namun, ratusan kendaraan terpantau tetap masuk sehingga menambah volume antrean di sepanjang jalan desa.Sebagai langkah antisipasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas, seluruh pengunjung yang hendak berwisata ke kawasan Palutungan sangat dianjurkan untuk menggunakan jalur utama Cigugur dan Cipari.
























