

KHAZANAH RAMADHAN – Bulan Suci Ramadhan 1446 H segera tiba, dan umat Muslim di seluruh dunia bersiap untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Sebelum terburu-buru berbelanja kebutuhan sahur dan berbuka, ada baiknya memahami menu yang sehat agar tubuh tetap bugar selama puasa.
Ahli gizi Priya Tew, seperti dikutip The Guardian, menekankan pentingnya keseimbangan dalam pola makan saat sahur dan berbuka. “Pastikan Anda mengonsumsi protein, karbohidrat, biji-bijian berserat tinggi, serta lemak sehat,” ujarnya.
- Kebakaran Rumah Makan Ali Action di Taman Kota Kuningan Padam Cepat karena Kesigapan Petugas
- Tiga Macan Tutul Terekam Kamera Trap di Ciremai, Bagaimana Nasib Slamet Ramadhan?
- Cegah Karhutla Meluas, BTNGC Terbangkan Drone Tiap Jam dan Tutup Jalur Pendakian Ciremai
- Cegah Kenakalan Remaja dan Bullying, Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Gagas Program Edukasi Interaktif Pelajar di Kuningan
- Siapkan Generasi Emas 2045, Bakesbangpol Jabar Tanamkan Karakter ‘Ngabela Nagara’ pada Pemuda Kuningan
Sahur: Pilih Makanan yang Mengenyangkan dan Memberikan Energi Tahan Lama
Sahur adalah waktu makan yang sangat penting karena harus memberikan energi yang cukup hingga waktu berbuka. Tew merekomendasikan makanan yang padat gizi dan mengenyangkan, seperti alpukat dan telur di atas nasi, telur orak-arik dengan sayuran dalam nasi, atau bubur yang diperkaya dengan kacang-kacangan dan selai kacang sebagai sumber protein dan lemak sehat.
Sementara itu, Anisa Karolia, penulis The Ramadan Family Cookbook, juga menyarankan menu berbasis telur, seperti telur dadar dengan roti gandum atau shakshuka. Penulis Desified, Zaynah Din, mengolah telur ke dalam nasi goreng cepat ala rumahan.
Selain telur, kacang-kacangan juga menjadi pilihan yang baik karena dapat membantu menjaga keseimbangan gula darah dan energi lebih lama.
Namun, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari saat sahur. “Jauhi kafein, makanan asin, dan makanan pedas, karena dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan rasa haus selama puasa,” saran Tew.
Berbuka: Mulai dengan yang Manis, Lanjutkan dengan Makanan Seimbang
Saat waktu berbuka tiba, umat Muslim biasanya mengawali dengan kurma dan minuman manis. “Biasanya berbuka dimulai dengan kurma dan segelas susu yang dicampur dengan sirup,” kata Din.
Setelah itu, makanan pembuka seperti samosa, kue kering, dan kebab sering kali disajikan sebelum menu utama, yang umumnya terdiri dari ayam, nasi, serta buah atau sayuran.
Namun, seiring berjalannya bulan, pola makan berbuka cenderung lebih sederhana, dengan tetap menjaga keseimbangan antara karbohidrat, protein, dan serat.
Tew menyarankan untuk memilih biji-bijian sebagai sumber karbohidrat utama. “Tambahkan saus berbahan dasar minyak zaitun untuk asupan lemak sehat, serta protein seperti ayam, tahu, atau ikan,” ujarnya.
Terakhir, Tew mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. “Dengarkan tubuh Anda, nilai rasa lapar dan kepuasan setelah makan. Nutrisi bersifat personal, jadi jangan ragu untuk bereksperimen dengan menu yang sesuai dengan kebutuhan Anda,” pungkasnya.
Jadi, sebelum mulai berbelanja persiapan Ramadhan, pastikan untuk memilih bahan makanan yang tepat agar sahur dan berbuka tetap sehat dan bergizi. (Nars)



