
KUNINGAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menyita perhatian aparat kepolisian setempat. Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mengecek langsung titik api di tengah kepulan asap guna memetakan ulang strategi pemadaman bersama tim gabungan.
- Surut Drastis, Operasional Irigasi Waduk Darma untuk Petani Masih Normal
- Tuntaskan Karhutla Gunung Ciremai, Operasi Modifikasi Cuaca dengan Penyemaian Awan Digencarkan
- Kapolres Kuningan Pimpin Evaluasi Pemadaman di Medan Terjal Gunung Ciremai
- Gubernur KDM Nyatakan Karhutla Ciremai Diprakirakan Padam, Ini Jenis Helikopter yang Digunakan untuk Water Bombing
- Transformasi Inklusi ke Kesejahteraan Finansial: OJK Kawal Akselerasi Pembiayaan Lewat 552 TPAKD
Langkah ini diambil mengingat vegetasi semak belukar yang kering serta topografi lereng Gunung Ciremai yang terjal menyulitkan pergerakan petugas dari TNI, BPBD, Polhut, Manggala Agni, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Di lokasi kejadian, Kapolres Bellen meninjau sebaran titik api sekaligus memastikan keselamatan para petugas yang bertaruh nyawa di medan ekstrem.
“Seluruh personel gabungan bekerja mengendalikan titik api secara efektif, sekaligus memastikan keselamatan petugas yang berjuang memadamkan api di medan terjal ini,” ujar Bellen di sela-sela peninjauan areal terbakar.
Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk memperketat koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna mengunci pergerakan api agar tidak meluas ke area konservasi lain.
Selain penanganan darat, pihak kepolisian mulai meningkatkan pengawasan di sekitar kawasan TNGC untuk mencegah adanya aktivitas pembakaran liar yang berpotensi memicu timbulnya titik api baru. (NARS)
