
KUNINGAN — Meskipun debit air Waduk Darma di Kabupaten Kuningan mengalami penyurutan secara drastis dalam beberapa waktu terakhir, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) memastikan bahwa sistem pengoperasian air untuk irigasi pertanian tetap berjalan normal.
- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar Temui Massa Pro-Kontra MBG, Ini yang Disampaikan
- Massa Penolak MBG di Kuningan Bubar, Massa Tandingan Merangsek ke Depan Pendopo
- Waduh! Ada Dua Aksi Massa Berlawanan di Depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Ini Situasinya
- Melawan Aksi Penolakan MBG, Ribuan Relawan dan Anggota Ormas di Kuningan Agendakan Aksi Massa Tandingan Hari Ini
- Aksi Tolak Program MBG Digelar di Kuningan Hari Ini, Sejumlah Masalah Disorot
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskantan) Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari UPTD/BPP, PPL, Gapoktan, maupun kelompok tani terkait adanya gangguan layanan irigasi akibat penurunan volume air tersebut.
“Kami bersama instansi terkait terus memantau kondisi lapangan secara intensif. Petani juga diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan kendala distribusi air melalui penyuluh pertanian agar dapat dikoordinasikan secara cepat,” terang Wahyu, saat dikonfirmasi Ahad (25/10/2026).
Sementara itu, Petugas BBWS wilayah Waduk Darma dan Waduk Kuningan, Dodo, menjelaskan bahwa penurunan air tersebut masih berada dalam koridor pengoperasian normal bendungan.
” Hal surutnya air Waduk Darma saat ini masih dalam pengoperasian normal dan memang air dibutuhkan untuk kebutuhan irigasi di Kuningan dan sebagian di Cirebon serta kebutuhan harian air baku,” tuturnya.
Air waduk saat ini dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan irigasi di wilayah Kuningan dan sebagian Cirebon, serta cadangan air baku (PAM) harian selama musim kemarau. (NARS)
