
KUNINGAN — Operasi penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Wilayah I, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, akhirnya resmi ditutup setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan secara tuntas.
Keputusan penutupan Pos Lapangan Karhutla Ciremai ini diambil menyusul hasil rapat koordinasi dan evaluasi yang dilaksanakan pada Ahad, 25 Oktober 2026.
- Karhutla Gunung Ciremai Dinyatakan Padam, Pos Operasi Lapangan Resmi Ditutup
- Surut Drastis, Operasional Irigasi Waduk Darma untuk Petani Masih Normal
- Tuntaskan Karhutla Gunung Ciremai, Operasi Modifikasi Cuaca dengan Penyemaian Awan Digencarkan
- Kapolres Kuningan Pimpin Evaluasi Pemadaman di Medan Terjal Gunung Ciremai
- Gubernur KDM Nyatakan Karhutla Ciremai Diprakirakan Padam, Ini Jenis Helikopter yang Digunakan untuk Water Bombing
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, melalui data Pusdalops PB menyampaikan bahwa penanganan pada hari terakhir Ahad (25/10) difokuskan secara penuh pada kegiatan penyisiran dan pendinginan (mopping up) di dua sektor utama.
“Berdasarkan hasil rapat koordinasi dan evaluasi kegiatan hari ini, tim melakukan penyisiran dan pendinginan di Blok Karang Dinding serta Blok BSB Bukit Seribu Bintang, yang mencakup kawasan Gunung Sumbul dan Gunung Dulang,” jelas Indra dalam keterangannya.
Ia menambahkan, sisa titik api kecil yang sempat terpantau masih menyala di sekitar Blok Karang Dinding berhasil dipadamkan sepenuhnya. Dengan kondisi lapangan yang dinyatakan aman dan terkendali, pos lapangan karhutla resmi ditutup, sementara pemantauan rutin selanjutnya akan dilanjutkan secara mandiri oleh tim dari BTNGC.
Insiden karhutla di kawasan TNGC Wilayah I ini pertama kali dilaporkan terjadi pada hari Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 20.45 WIB, dengan informasi yang diterima petugas pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026.
Peristiwa ini berdampak pada kawasan hutan konservasi dengan vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, alang-alang, serasah kering, hingga pohon pinus.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang terjun langsung ke lokasi dan ikut memadamkan api dengan tim gabungan memimpin strategi upaya pemadaman Karhutla Gunung Ciremai ini.
Berkat kesigapan petugas, dipastikan korban jiwa nihil, sementara proses pendataan luasan total area yang terbakar masih terus berjalan.
Pada hari terakhir operasi darat, sebanyak 136 personel gabungan dikerahkan dalam dua kelompok utama yang bergerak dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB untuk menuntaskan titik-titik bara tersisa di Blok Karang Dinding dan Blok BSB.
Tidak hanya di darat, operasi pemadaman juga didukung secara optimal melalui udara lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebanyak 3 sortie yang dikomandoi oleh BNPB bekerja sama dengan BMKG dan Alkonost Air melalui Bandara Kertajati, Majalengka.
Keberhasilan penanganan darurat ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi lintas instansi yang melibatkan TNI, Polri, Brimob Polda Jabar, Yonif TP 839/SA, Pemprov Jabar, Pemkab Kuningan, DPRD Kuningan, Dinas Kehutanan Prov Jabar, BPBD dari berbagai daerah, BTNGC, Wanadri, organisasi relawan, hingga elemen masyarakat. (NARS)
