KUNINGAN – Seorang konten kreator asal Desa Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, menyita perhatian publik setelah mengunggah video kritik tajam terhadap kinerja Bupati Kuningan dan para anggota DPRD.
Video tersebut diunggah melalui akun TikTok miliknya, @mang_emen28, dan menyoroti lambannya penanganan proyek Tembok Penahan Tanah (TPT) yang longsor.
Hingga berita ini dirilis, video tersebut telah ditonton 162,2 ribu Warganet dan mendapat 861 komentar.
- Gandeng Akademisi, Rumah Sadulur Perkuat Benteng Lingkungan Desa Cikondang Lewat ‘Pepeling’
- Dituding “Jual” Air Ciremai ke Pengusaha, Warga Kuningan Minta Presiden Prabowo Bubarkan BTNGC
- Kritik Generasi Tua, Gerakan Pemuda Kuningan Siap Turun ke Jalan Soroti Isu Lingkungan TNGC
- ”Menghilangkan” Kaliandra, Puspita Cipta Group Ungkap Alasan Pembukaan Lahan untuk Proyek “Arboretum”
- Puspita Cipta Group Bantah Bangun Sirkuit di Palutungan, Sepakat Tarik Alat Berat Sesuai Instruksi Bupati
Dalam video berdurasi 59 detik itu, Mang Emen—sapaan akrabnya—merekam kondisi jalan desa yang mengalami longsor dan belum kunjung diperbaiki. Ia menyebut sejumlah pejabat, termasuk Bupati Kuningan, empat anggota DPRD, serta pejabat dinas terkait yang menurutnya berasal dari Kecamatan Kadugede, namun dinilai hanya datang meninjau tanpa ada tindak lanjut yang jelas.
“Kuningan sampai saat ini, padu diilik wae (hanya ditinjau saja). Ini jalan Desa Ciherang Kecamatan Kadugede yang menghubungkan beberapa desa. Cik atuh Pak Bupati, ari padu selfie wae mah kami ge bisa (Tolonglah Pak Bupati, kalau cuma selfie mah kami juga bisa),” ujarnya dalam video tersebut.
Emen juga menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Kuningan karena status jalannya adalah jalan kabupaten.
Ia meminta agar pekerjaan perbaikan segera dituntaskan karena kondisinya sudah membahayakan pengguna jalan.“Kalau dibiarkan terlalu lama, bisa saja terjadi kecelakaan. Niat saya hanya mengingatkan saja. Syukur-syukur dengan viralnya video ini, pekerjaan di Ciherang bisa dipercepat,” katanya.
Usai videonya viral, pada Selasa (29/4/2025) pagi, Emen dipanggil pihak pemerintah desa setempat untuk memberikan klarifikasi. Kepada aparat desa, ia menjelaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan bermaksud menyerang pihak mana pun, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga.
“Kritik itu boleh, asal di jalan yang benar. Setiap orang punya hak bersuara. Semoga video ini bisa jadi pengingat,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kabupaten Kuningan asal Desa Ciherang, Susanto, belum memberikan tanggapan. Meski telah dihubungi dan dijadwalkan untuk diwawancarai, ia belum hadir di tempat kerjanya hingga berita ini diturunkan. (Nars)










