KUNINGAN – Kabupaten Kuningan terus menunjukkan prestasi membanggakan di sektor pertanian. Dalam acara Jambore Penyuluh Pertanian 2025 yang digelar di Kebun Raya Kuningan, Selasa (29/4/2025), Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, mengungkapkan capaian produksi beras mengalami surplus signifikan.
Ia menyampaikan, pada tahun 2024, Kuningan mencatatkan realisasi tanam dan panen padi seluas 56.929 hektar dengan total produksi sebesar 352.511 ton gabah kering giling (GKG). Dari jumlah tersebut, beras yang dihasilkan mencapai 225.995 ton.
- Menu MBG Bermasalah atau Tak Sesuai Harga? Lapor ke Sini Saja!
- Soal Kelola Alam, Patuh Regulasi Saja Tak Cukup, Pejabat Wajib Punya Kesadaran Spiritual
- Banjir Menghantui Cirebon, Anton Octavianto: Stakeholder dari Hulu ke Hilir Harus Satukan Visi untuk Solusi
- Buntut Sidak KDM, Satpol PP Segel 6 Titik Galian Batu di Pasawahan
- Sikapi Temuan Satgas P3MBG dalam Sidak, Forum Dapur MBG Kuningan: Ini ‘Cambuk’ untuk Berbenah!
“Sedangkan kebutuhan beras masyarakat Kuningan hanya sekitar 132.925 ton. Ini berarti kita memiliki surplus sebesar 93.070 ton beras,” ungkap Bupati Dian dalam sambutannya di depan ratusan penyuluh pertanian.
Ia mengungkapkan, surplus tersebut merupakan bukti nyata bahwa pertanian di Kuningan tidak hanya bertahan, melainkan terus maju dan berkembang. Bupati juga memuji peran petani, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah bekerja keras menjaga ketahanan pangan daerah.
“Pertanian bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan nafas kehidupan. Setiap butir padi yang kita tanam adalah bagian dari perjuangan besar menjaga ketahanan pangan bangsa,” sebutnya.
Di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Kepala Badan Pangan Nasional, dan para tamu undangan lainnya, Bupati Dian juga menyoroti pentingnya inovasi dan modernisasi di sektor pertanian. Ia mengajak semua pihak untuk terus memperkuat kolaborasi, memperluas akses pasar, dan mendorong pertanian ramah lingkungan demi ketahanan pangan yang berkelanjutan. (Nars)










