
KUNINGAN – Kabupaten Kuningan menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Barat yang terpilih menjalankan Program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam mengonsumsi makanan sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggandeng 25 desa sebagai mitra utama dalam penerapan program ini. Tim Penggerak PKK di tingkat desa akan berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan yang beragam dan bergizi.
- Bupati Kuningan Ungkap Langkah Cepat Penanganan Bencana Puting Beliung dan Mitigasi Musim Hujan
- Solusi Baru Bagi Perantau, Bhisa Shuttle Resmikan Outlet Baru yang Lebih Nyaman
- Respons Cepat Bencana Maleber, Tim Gabungan BPBD, TNI-Polri, dan PLN Evakuasi Warga serta Buka Akses Jalan
- Terjang 5 Desa di Maleber, Angin Puting Beliung Rusakkan 80 Rumah Warga Kuningan
- Musim Hujan Tiba, Sejumlah Wilayah Kuningan Dihantui Bencana Pohon Tumbang dan Banjir
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka stunting di wilayah pedesaan.
Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada optimalisasi sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di desa, masyarakat tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang lebih baik tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar daerah.

Sebagai bentuk dukungan, Bank Kuningan turut berkontribusi dengan memfasilitasi aspek keuangan bagi kelompok desa yang terlibat dalam program ini. Kebijakan berupa pembebasan biaya administrasi serta kemudahan dalam pembukaan rekening kelompok diharapkan dapat mempercepat implementasi B2SA di lapangan. (Nars)
