KUNINGAN – Kabupaten Kuningan menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Barat yang terpilih menjalankan Program Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam mengonsumsi makanan sehat sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis lokal.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menggandeng 25 desa sebagai mitra utama dalam penerapan program ini. Tim Penggerak PKK di tingkat desa akan berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya konsumsi makanan yang beragam dan bergizi.
- Punya Sertifikat! Tembakau Kuningan Naik Kelas, Tak Bisa Lagi Diklaim Daerah Lain
- Batal Kepung Gedung Setda, HMI Kuningan Pilih Tunggu Kepulangan Bupati dari Jakarta
- Waspada Pejabat Pesanan di Manajemen Talenta, Bupati Kuningan Diminta tak Ragu Sikat “Trouble Maker”
- Lepas 445 Jemaah Haji Kuningan, Bupati Dian Ingatkan Pentingnya Kesabaran dan Ibadah yang Mabrur
- Persiapan Final, Jemaah Calon Haji Kuningan Kloter Pertama Dilepas Besok, Pengantar Diimbau ‘Sasalaman’ di Rumah
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari upaya menurunkan angka stunting di wilayah pedesaan.
Kepala Diskatan Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada optimalisasi sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di desa, masyarakat tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang lebih baik tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan pangan dari luar daerah.


Sebagai bentuk dukungan, Bank Kuningan turut berkontribusi dengan memfasilitasi aspek keuangan bagi kelompok desa yang terlibat dalam program ini. Kebijakan berupa pembebasan biaya administrasi serta kemudahan dalam pembukaan rekening kelompok diharapkan dapat mempercepat implementasi B2SA di lapangan. (Nars)
























