Beranda / Sosial / MBG di Sukamukti Terhenti Sebulan, Korwil SPPI Kuningan: Ada Ahli Gizi yang Mengundurkan Diri

MBG di Sukamukti Terhenti Sebulan, Korwil SPPI Kuningan: Ada Ahli Gizi yang Mengundurkan Diri

KUNINGAN, – Koordinator Wilayah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Kabupaten Kuningan, Nisa Rahmi, angkat bicara terkait keluhan warga Desa Sukamukti, Kecamatan Cipicung, yang tidak menerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama sebulan terakhir.

Nisa membenarkan adanya penghentian sementara operasional di salah satu Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang melayani wilayah tersebut. Ia menjelaskan, langkah tegas itu diambil karena adanya kendala administrasi krusial.

“Sebenarnya, (di SPPG tersebut) ahli gizinya ada yang mengundurkan diri,” ujar Nisa saat dikonfirmasi, Rabu (12/11/2025).

Menurut Nisa, ketiadaan ahli gizi sangat berisiko, sehingga pihak SPPI mengambil sikap untuk menghentikan operasional sementara demi keamanan penerima manfaat.

“Kami khawatir ketika tidak ada ahli gizi, makanan (menjadi) bermasalah. Yang dikhawatirkan apalagi adanya indikasi KLB (Kejadian Luar Biasa) keracunan. Kita kan enggak mau ada kejadian seperti itu di Kuningan,” tegasnya.

Nisa memastikan bahwa masalah ahli gizi tersebut kini telah teratasi. “Di minggu ini itu sudah ditemukan lagi ahli gizi yang baru, sudah mengurus administrasinya, dan (SPPG tersebut) sudah operasional kembali,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui adanya kendala teknis lanjutan di lapangan, khususnya untuk wilayah Cipicung (Desa Sukamukti). Seharusnya, pasokan untuk Sukamukti dialihkan sementara ke SPPG terdekat, yakni Ciawi.

“Tetapi (SPPG Ciawi) ternyata belum operasional karena baru penempatan. Kalau baru penempatan, kami harus menunggu dana dari pusat (turun) dulu. Menunggu dana dari pusat, baru bisa operasional,” paparnya.

Nisa menjamin pasokan akan segera pulih. Pihaknya telah berkoordinasi agar layanan MBG untuk Sukamukti segera diberikan kembali.

“Targetnya secepat mungkin, sebisa mungkin sih minggu ini,” katanya, seraya menyebut tim perlu persiapan ulang untuk perhitungan bahan baku karena adanya penambahan DPM (Daftar Penerima Manfaat) dari Sukamukti. (Nars)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *